oleh

Rencana Hidupkan PMP, Begini Tanggapan Wiranto dan JK

INIKATA.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggulirkan kembali rencana menghidupkan mata pelajaran (mapel) Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Salah satu tujuannya membentengi pelajar dari radikalisme. Rencana itu pun mendapat dukungan dari sejumlah tokoh. Di antaranya dari Menkopolhukam Wiranto dan juga Wapres Jusuf Kalla.

Menurut mantan Panglima TNI itu, tidak apa-apa Kemendikbud berencana menghidupkan kembali mapel PMP. “Itu sangat bagus,” tuturnya. Sebab tujuannya mengingatkan kembali anak didik Indonesia. Bahwa negeri ini ada karena jiwa toleransi.

Jiwa toleransi yang kuat di tengah perbedaan yang ada di Indonesia. Mulai dari perbedaan suku, bahasa, sampai agama. “Dari toleransi itu muncul Pancasila. Pancasila adalah hasil kompromi dari pendahulu kita,” tuturnya.

Dukungan dari Wiranto itu disampaikan usai menghadiri wisuda Universitas Terbuka (UT), Tangerang Selatan Selasa (27/11). Wiranto hadir mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Pak Jokowi sedianya bersedia hadir. Memberikan arahan kepada wisudawan dan wisudawati,” katanya. Namun mendadak ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan, akhirnya diwakilkan ke Wiranto.

Lebih jauh mantan ketua umum Partai Hanura itu menuturkan bahwa modal yang dimiliki bangsa ini adalah kebersamaan, kesadaran untuk kebersamaan, dan toleransi. Melalui itu semua, bangsa Indonesia tidak mementingkan egonya masing-masing.

Wiranto menegaskan bahwa menjaga toleransi dan Pancasila itu adalah wasiat dari para pendahulu. “Jika (Pancasila, Red) tidak diajarkan dan diingatkan lagi, maka anak-anak akan lupa,” jelasnya. Dampaknya kemudian muncul ego-ego lagi. Dan berpotensi menimbulkan suatu perpecahan.

Di tempat lain, respons positif untuk menghidupkan kembali mapel PMP juga diungkapkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Menurut JK, memang penting bagi masyarakat atau pelajar untuk mengetahui pancasila. Tapi yang lebih penting adalah memberikan secara langsung teladan berupa perbuatan yang mencerminkan pancasila.

”Belum tentu diberikan lagi pelajaran masal langsung semua baik. Justru kita harus memberikan contoh. Pelaksanaan pancasila itu begini. Keadilannya begini, ketuhannya begini,” ujar JK di kantor Wakil Presiden, Selasa (27/11).

Kata JK, tidak ada jaminan dengan memasukan materi pancasila ke dalam pelajaran itu lantas semua masalah bisa selesai. Menurut dia perlu ada contoh terutama dari para pemimpin dalam mengamalkan pancasila. ”Perlu juga dievaluasi caranya bagaimana,” imbuh dia.

Dia mencontohkan rencana untuk memunculkan kembali revolusi mental juga tak jauh berbeda dengan wacana memunculkan lagi pelajaran pancasila. ”Kalau terlalu banyak lagi nanti masyarakat atau murid-murid bingung nanti,” ungkap JK. (**/Fajar)

Komentar

Topik Terkait