oleh

Kedapatan Jadi Mata-mata Israel, 6 Orang Divonis Mati

INIKATA.com — Pengadilan militer jalur Gaza yang dikuasai Hamas menjatuhkan vonis mati pada enam orang yang terbukti telah bekerja sama dan menjadi mata-mata Israel.

Kementerian Dalam Negeri di Gaza menghukum lima di antara mereka dihukum gantung dan seorang lainnya ditembak mati.

“Mereka terlibat pemasangan alat komunikasi dan penyadapan pendudukan Israel,” ucap juru bicara kementerian tersebut, Iyad al-Bozum, kepada AFP pada Senin (3/12).

Enam orang yang dijatuhi hukuman mati tersebut berusia sekitar 29-55 tahun. Mereka diduga bekerja dengan intelijen Israel selama beberapa tahun.

Salah satu dari enam orang yang divonis hukuman mati itu adalah seorang perempuan yang diketahui berama Amal Mahmoud. Perempuan 55 tahun itu dikabarkan tinggal di Israel.

Kementerian tersebut menyatakan Mahmoud dijatuhi hukuman dalam sidang in absentia. Dia diduga membujuk keponakannya di Gaza untuk berkolaborasi dengan intelijen Israel.

Sebenarnya secara total ada 14 orang yang dijatuhi hukuman, namun diluar 6 orang tersebut, 8 orang lainnya dihukum kerja paksa selama enam hingga 15 tahun.

Bozum memuji keputusan pengadilan itu sebagai “pesan yang jelas” bagi mereka yang akan bekerja sama dengan Israel.

“Para kolaborator harus menyadari bahwa pendudukan (Israel) tidak akan dapat melindungi mereka,” tuturnya.

Kendati begitu, Hukuman mati tersebut memicu kecaman keras dari sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia, termasuk Direktur Human Rights Watch untuk wilayah Israel dan Palestina, Shakir.

“Hukuman mati adalah praktik biadab dan salah, tidak peduli apa pun situasi dan keadaannya,” kata Shakir.

Hingga kini belum jelas kapan eksekusi mati keenam orang itu akan berlangsung.

Berdasarkan data Palestinian Centre for Human Rights, Hamas telah melakukan 28 eksekusi mati sejak mereka merebut kendali atas Gaza dari Fatah pada 2007 lalu. (**)

Komentar

Topik Terkait