oleh

Polisi Masih Selidiki Kasus Jual Beli Blanko KTP-El

INIKATA.com Meski belum ada laporan secara resmi kepada polisi tentang jual beli blanko KTP Elektronik (KTP El) melalui online.

Polda Metro Jaya telah membentuk tim guna menyelidiki kasus tersebut.

Penjualan blangko KTP-el sempat menghebohkan publik. Sebab, blangko itu dijual secara bebas di situs jual beli daring, Tokopedia.

“Tim sudah dibentuk untuk melakukan penyelidikan. Sudah turun ke lapangan untuk maping,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/12).

Namun, Syahar tak secara rinci terkait jalannya penyelidikan kasus penjualan blanko KTP-el yang melibatkan anak dari mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tulang Bawang, Lampung itu.

“Saya pikir itu nanti ya, karena ini masih tahap penyelidikan, ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan,” ujarnya.

Sesuai dengan Pasal 96 UU No 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan, perbuatan tersebut merupakan tindakan pidana. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Indikasi pelanggaran pidananya di situ, atau bisa juga tindak pidana umum, kita lihat gimana hasil penyelidikannya,” pungkas Syahar. (Inikata/RMOL)

Komentar

Topik Terkait