oleh

Turki Akan Tangkap 2 Orang Dekat Putra Mahkota Arab Saudi

INIKATA.com — Dua orang dekat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, oleh pemerintah Turki akan mengupayakan penangkapan.

Hal tersebut lataran keduanya oleh Kejaksaan Agung Turki telah diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.

Kedua orang tersebut, adalah Ahmad al-Assiri dan Saud al-Qahtani yang saat ini telah diproses secara hokum oleh Pemerintah Arab Saudi.

Namun Turki mengatakan tidak yakin Arab Saudi akan benar-benar mengambil tindakan formal terhadap mereka.

Karena itulah Turki mendesak Arab Saudi untuk benar-benar mendukung penyelidikan yang dilakukan negaranya, seperti dikatakan Menteri Luar Negerinya, Mevlut Cavusoglu.

“Sampai saat ini, kami dengan sabar menunggu informasi yang diperlukan terkait dengan penyelidikan di Arab Saudi, tetapi sayangnya saya tidak dapat menerima informasi apapun,” kata Mevlut Cavusoglu yang berbicara di depan wartawan pada pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Brussels, Belgia.

Olehnya ia menyanyangkan hal tersebut dan meminta agar Arab Saudi benar-benar terbuka.

“Arab Saudi selalu meminta informasi dari kami. Itu hak mereka. Kami selalu berbagi informasi (dengan mereka) tetapi Arab Saudi perlu terbuka kepada kami dan masyarakat dunia,” lanjutnya.

Sementara itu, Komisioner PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, mengatakan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi memerlukan penyelidikan internasional, bukan hanya investigasi yang dilakukan Saudi dan Turki.

“Kami mendesak dilakukannya penyelidikan internasional, kami mengatakan secara terbuka bahwa penyelidikan Turki dan Saudi tidak akan cukup, kebenaran diketahui dan untuk mencapainya, sebuah penyelidikan internasional diperlukan,” kata Michelle Bachelet.

Kendati begitu ia memang saat ini belum mempunyai mandat, sehingga ia menyerukan bagi negara-negara anggota untuk memutuskan.

“Tetapi kami tidak mempunyai mandat, kami tidak bisa melakukan penyelidikan kriminal. Sekarang adalah saatnya bagi negara-negara anggota untuk memutuskan apakah akan melakukan penyelidikan kejahatan,” katanya pula sembari menambahkan bahwa ia telah menyampaikan hal tersebut kepada Sekjen PBB, António Guterres. (**/BBC)

Komentar

Topik Terkait