oleh

13 Bulan di Papua, M Agus Hanya Sekali Pulang ke Gowa

INIKATA.com Tak ada yang mengira jika Muh Agus (25), pemuda tulang punggung keluarga Dg Buang dan Dg Lenteng.

Dia, Muh Agus warga Dusun Botong II, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa berakhir dengan kematian tragis. Agus kini sudah tiada. Keberadaannya sisa kenangan bagi keluarganya.

Agus adalah salah satu korban kebiadaban Kelompok Kriminal Papua yang menamai dirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada lima hari lalu di Papua.

Sebanyak 31 pekerja jembatan Trans Papua di Yigi, Kabupaten Nduga, Papua ditembak dan dibunuh sadis.

Dari 31 orang terbunuh itu 9 diantaranya, mayatnya berhasil diidentifikasi dan kini dibawa terbang ke Sulsel, ke kampung halamannya masing-masing.

Seperti Tana Toraja, Makassar dan Gowa. Salah seorang dari 9 mayat itu adalah Muh Agus warga Bungaya, Kabupaten Gowa.

Di sela melayat Dg Lima’, tante Agus, kepada media, Jumat (7/12) petang mengatakan tidak ada firasat yang buruk dirasakan keluarganya termasuk ibunya Agus.

Menurut Dg Lima’ firasat yang dirasakan hanya tiba-tiba disaat Agus dikabarkan tertembak lima hari lalu, maka dia dan ibunya Agus yakni Dg Lenteng merasakan hal sama.

Dg Lima’ dan Dg Lenteng tiba-tiba mual dan muntah-muntah saat berada di kampung keluarganya di Kecamatan Tombolopao, Gowa.

“Itu ji yang saya alami dengan ibunya Agus. Mual dan muntah. Itu bersamaan hari kejadian Agus ditembak. Deee ee, 13 bulangi di Papua dan baru satu kali pulang ke Gowa pada Juli tahun lalu (2017) waktu kawingi adeknya,” kata Dg Lima’.

Keluarga Agus pasrah. Mereka hanya menerima nasib pemuda yang dikenal baik hati ini di kampungnya.

Sementara itu petang tadi, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan datang melayat ke rumah duka.

Bupati Gowa yang telah bersepakat dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat akan langsung dimakamkan.

Berhubung kondisi jenazah Agus sudah tidak memungkinkan untuk dimakamkan esok harinya. (**)

Komentar

Topik Terkait