oleh

Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, Paus Fransiskus Pecat 2 Kardinal Vatikan

INIKATA.com Pemimpin Gereja Katolik di Vatikan, Paus Fransiskus mengeluarkan surat pemberhentian pada 2 orang Kardinal yang terlibat pelecehan seksual, Rabu (13/12).

Dilansir dari CNN, Kedua kardinal yang dipecat dari keanggotaan dewan kardinal adalah George Pell (77) dari Australia dan Francisco Errázuriz Ossa (85) dari Chile.

Pell saat ini sedang menjalani proses hukum dugaan pelecehan seksual di kampung halamannya, meski tetap menyangkal segala tudingan.

Sedangkan Ossa disebut menutupi sejumlah kasus dugaan pelecehan seksual ketika menjabat menjadi uskup di Ibu Kota Santiago.

Paus Fransiskus Sempat Tutupi Kasus Pelecehan Para Kardinal

Pada Juli lalu, Paus Fransiskus memberikan cuti kepada Pell untuk menghadapi proses pengadilan di Negara Bagian Victoria, Australia.

Proses persidangan diadakan tanpa sepengetahuan publik atas perintah pemerintah Australia, agar keputusan juri terjaga dari pengaruh publik.

Pell juga sempat terjerat masalah hukum dalam persidangan di Komisi Tahta Suci terkait kasus pelecehan anak.

Tuduhan-tuduhan tersebut kemudian berulang kali ia bantah, termasuk ketika tuduhan tersebut diungkit dalam konferensi pers besar di Vatikan tahun lalu.

“Saya hanya ingin menyatakan kembali ketidakbersalahan saya,” tuturnya kala itu.

Sementara itu, Beberapa bulan sebelum Ossa mengajukan pengunduran diri Mei lalu, Paus Fransiskus membela para uskup Chile dari tuduhan upaya menutupi pelecehan seksual.

Langkah tersebut memicu kecaman dari korban pelecehan dan pendukung mereka. Paus dianggap pura-pura ‘buta’ dan ‘tuli’ terhadap pelecehan seksual.

Paus Fransiskus akhirnya mengirim penyidik pelecehan seksual ke Chile. Ia kemudian memanggil semua uskup setempat ke Roma, Italia.

Anggota keuskupan Chile, terkecuali Errazuriz, kemudian mengajukan pengunduran diri.

Pada Oktober lalu, beberapa korban Pastor Fernando Karadima yang dipecat Paus Fransikus sebulan sebelumnya, menggugat Errazuriz. Mereka menuding Errazuris sengaja menutupi kejatahan Karadima.

Menyusul tudingan itu, sebuah surat elektronik yang menunjukkan upaya Errazuriz menghalangi Juan Carlos Cruz, salah satu korban, ketika hendak mengadu kepada Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur tersebar luas.

Krisis pelecehan seksual di Gereja Katolik tengah marak diperbincangkan di seluruh dunia. Hal itu terbongkar selepas hasil liputan penyelidikan surat kabar The Boston Globe yang mengungkap kalau sejumlah pastor melakukan perilaku seks menyimpang, dan ditutupi oleh keuskupan serta Vatikan. Kasus ini mengilhami film pemenang Piala Oscar, Spotlight.

Di AS, otoritas sipil kian gencar menyelidiki pelecehan di gereja-gereja. Hal serupa juga dilakukan di 16 negara sekitar AS. (**/CNN)

Komentar