oleh

Data Pribadi Pengguna Facebook Bocor, Washington DC Menggugat

INIKATA.com — Facebook akhirnya digugat Washington DC lantaran telah membocorkan darta pribadi penggunanya tanpa izin.

Washington DC menggugat Facebook karena mengizinkan konsultasi politik Cambridge Analytica untuk mendapatkan data pribadi puluhan juta penggunanya tanpa izin mereka.

“Facebook gagal melindungi privasi penggunanya,” uangkap Jaksa Agung di Washington DC, karl Race.

Bahkan ia menganggap Facebook telah menipu mereka tentang siapa yang memiliki akses ke data mereka dan bagaimana data itu digunakan.

“Facebook memberikan risiko manipulasi dan memungkinkan perusahaan seperti Cambridge Analytica dan aplikasi pihak ketiga lainnya untuk mengumpulkan data pribadi,” tambahnya.

Tuntutan Washington DC juga dilayangkan sebab Facebook dianggap membagi data penggunanya tanpa izin dan memberikan raksasa streaming Netflix dan Spotify. Kemampuan untuk membaca dan bahkan menghapus pesan pribadi pengguna.

Ini juga menghadapi klaim baru yang menargetkan pengguna dengan iklan berbasis lokasi, bahkan jika mereka memblokir perusahaan dari mengakses GPS di ponsel mereka.

Penyelidikan oleh Observer dan New York Times yang diterbitkan pada bulan Maret menemukan bahwa Cambridge Analytica, yang bekerja untuk kampanye politik Donald Trump, pada satu titik telah memanen informasi pribadi dari profil Facebook lebih dari 50 juta pengguna tanpa izin.

Jaksa Agung DC mengatakan dalam gugatan, bahwa ini mengekspos hampir setengah data penduduk distrik ‘untuk manipulasi untuk tujuan politik selama pemilihan presiden 2016.

Dan menuduh Facebook kurangnya pengawasan dan pengaturan privasi menyesatkan telah memungkinkan perusahaan konsultan untuk memanen informasi .

Kendati demikian, Facebook tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari gugatan itu. (**/fin)

Komentar

Topik Terkait