oleh

Spanduk ‘Terimakasih Pak Jokowi Telah Mengambil Alih Freeport Menjadi Milik Indonesia’ Bertebaran

INIKATA.com – Spanduk ucapan terima kasih Jokowi telah mengambil alih Freeport bertebaran di Jakarta dan sejumlah kota lain di Indonesia.

Spanduk berukuran 4×1 meter tersebut terpasang di sejumlah jalan protokol sejak Senin (24/12) kemarin.

Spanduk itu bertuliskan ‘Terimakasih Pak Jokowi Telah Mengambil Alih Freeport Menjadi Milik Indonesia’.

Sekjen PENA 98, Adian Napitupulu, membenarkan bahwa jaringan Persatuan Nasional Aktivis 98 yang memasang spanduk tersebut di 23 provinsi dari Jakarta, Jabar, Banten, Aceh dan lainnya.

“Iya, itu bentuk apresiasi kita atas perjuangan pemerintah mewujudkan keinginan rakyat Indonesia untuk bisa menguasai perusahaan tambang yang sudah puluhan tahun bebas mengeruk kekayaan alam di negeri ini tanpa kompensasi yang pantas” kata Adian, Selasa (25/12).

Sementara Presidium PENA 98 Provinsi Banten, Muhamad Sofyan menambahkan, keberhasilan pemerintah menguasai 51 persen saham Freeport merupakan bukti kinerja dan kiprah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Aksi ini sebagai ucapan terima kasih kepada Pak Jokowi. Ini bentuk penghargaan kami kepada beliau telah berhasil mengambil alih Freeport menjadi milik bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, aksi ini tidak hanya dilakukan di Jakarta saja. Aksi serupa rencananya akan dilakukan di beberapa kota dan kabupaten di seluruh Indonesia oleh PENA 98.

Menurut Sofyan, Jokowi sudah diangkat menjadi anggota Kehormatan PENA 98 pada 25 September 2014 di Bali. Ia menambahkan bahwa Nasionalisasi Asset Tambang dan Migas merupakan program perjuangan PENA 98 yang pernah bersama didiskusikan bersama Jokowi.

“Aksi ini akan diikuti oleh kawan-kawan di daerah untuk memberi ucapan terima kasih dan jasa Pak Jokowi,” ungkapnya.

Tidak Berkaitan Dengan Pilpres

Sofyan memastikan, banner ini tidak ada kaitannya dengan Pilpres, meskipun saat ini Joko Widodo sebagai petahana.

“Tidak ada kaitan dengan Pilpres, ini murni ucapan terima kasih PENA 98 yang mayoritas kaum milenial terhadap jasa dah integritas Jokowi atas bangsa ini,” ujarnya.

Saat disinggung pernyataan kubu sebelah tentang Freeport milik bangsa Indonesia kenapa untuk memilki sahamnya harus beli? Sofyan menjawab kenapa dulu Soeharto yang merupakan mantan mertua Prabowo Subianto menjualnya ke asing.

“Kalau sekarang dipertanyakan kenapa harus beli, lalu kenapa dulu dijual kalau itu aset bangsa,” tegas Sofyan.

Sofyan mengatakan, pengambilalihan saham Freeport menjadi milik Indonesia adalah prestasi yang sangat membanggakan dan itu tidak mudah dilakukan.

“Jangan dikira mengambil alih Freeport itu gampang seperti membalik telapak tangan kayak pemain sulap di televisi. Susah itu, terbukti pemerintahan sebelumnya tidak pernah tercapai. Baru Jokowi yang sukses dan berhasil melakukannya,” tandas Iyan. (Inikata/RMOL)

Komentar

Topik Terkait