oleh

KPK Pisahkan Delapan Tersangka Kasus Suap SPAM di Kementerian PUPR

INIKATA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi tahan delapan tersangka kasus suap, terkait proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR di rumah tahanan terpisah.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari pertama,” ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah, sesaat lalu (Minggu, 30/12).

KPK sebelumnya mengungkap kasus suap itu dalam operasi tangkap tangan pada Jumat (28/12) malam.

Dengan alat bukti berupa uang tunai Rp 3,4 miliar, 23.100 dolar Singapura dan 3.200 dolar Amerika.

Delapan tersangka itu adalah diduga pemberi suap, Direktur Utama PT WKE, Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE, Lily Sundarsih (LSU).

Serta Direktur PT TSP, Irene Irma (IIR) dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibya (YED).

Adapun terduga penerima suap Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis, Angggiat Patunggul Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR).

Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN) dan PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).

Pembagian rutan bagi para terangka adalah Yuliana dan Meina dititipkan di Rutan Polres Jakarta Selatan; Anggiat dan Donny menginap di Rutan Cabang Guntur.

Sementara Nazar di Rutan Polres Jakarta Pusat, Irene di Polda Metro Jaya, Budi di Rutan Gedung KPK Lama dan Lily di Rutan KPK Merah Putih.

Untuk pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sementara terduga penerima dijerat pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. (Inikata/RMOL)

Komentar

Topik Terkait