oleh

Serangan Udara Rusia, 3 Warga Aleppo Utara Tewas

INIKATA.com Tiga warga sipil tewas dan sembilan lagi cedera dalam serangan udara oleh Rusia di Provinsi Aleppo, Suriah Utara, kata beberapa sumber setempat pada Sabtu (5/1).

Serangan tersebut ditujukan ke Daerah Darat Izza.

tepatnya di Urum Al-Kubra, Rashideen dan Lembah Al-Muhandis, di dalam “zona penurunan ketegangan” di Aleppo barat pada Jumat larut malam.

Berita ini disampaikan beberapa sumber yang meminta untuk tidak disebutkan jati diri mereka karena alasan keamanan.

Omar Haj Abu Udeide, Direktur Lembaga Pertahanan Sipil Helm Putih, mengatakan tiga orang telah tewas di Darat Izza.

Berikut ada sembilan orang cedera di Urum Al-Kubra.

Ia mengatakan warga yang cedera segera dibawa ke rumah sakit yang berdekatan untuk diberi perawatan medis.

Satu pengamatan udara oposisi menunjukkan serangan udara tersebut dilancarkan oleh pesawat tempur,

Mereka terbang dari Pangkalan Udara Khmeimim di Latakia di Suriah Tenggara.

Menurut Abu Udeide, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu, Ahad, pasukan pemerintah dan milisi dukungan Iran telah berusaha bergerak maju ke dalam wilayah yang dikuasai oposisi, Rashideen, sebelum serangan udara itu tapi dipukul mundur oleh pasukan oposisi.

Suriah baru saja bangkit dari konflik menghancurkan negeri itu, yang meletus pada 2011, ketika Pemerintah Presiden Bashar al-Assad menindas demonstran dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan ribu warga sipil telah tewas atau mengungsi akibat konflik tersebut.

Terutama akibat serangan udara pemerintah yang ditujukan ke daerah yang dikuasai gerilyawan.

Sementara itu selama 2018, hampir 295.000 warga Suriah yang telah menyelamatkan diri dari perang saudara di negeri mereka telah pulang ke kampung halaman mereka dari Turki, kata Kementerian Dalam Negeri Turki pada Sabtu.

Operasi Euphrate Shield dan Olive Branch oleh Turki di bagian barat-laut Suriah membebaskan wilayah itu dari kelompok gerilyawan YPG/PKK dan Da`esh (ISIS).

Sebanyak 55.894 migran tidak tetap juga dideportasi, tambah kementerian tersebut. (**/Fajar)

Komentar

Topik Terkait