oleh

Berdasarkan Putusan MA, KPK Eksekusi Mantan Auditor BPK

INIKATA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan auditor BPK Rochmadi Saptogiri ke Lapas Cibinong, Jawa Barat.

Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan pihaknya melakukan eksekusi terhadap Rochmadi terkait kasus suap laporan Keuangan Kementrian Desa.

“Dia adalah Auditor Utama AKN 3 Badan Pemeriksaan Keuangan. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun Anggaran 2016,” ucapnya, Kamis (10/1/2019).

Febri mengatakan, eksekusi harus dilakukan, sebab MA telah mengeluarkan putusan kasasi terhadap Rochmadi.

Rochmadi divonis 7 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan dalam tingkat kasasi.

“Putusan Mahkamah Agung nomor 2680 K/Pid.sus/2018 Tanggal 06 Desember 2018.

Dengan vonis penjara 7 tahun dan pidana denda Rp 300 juta jika tidak dibayar diganti kurungan 4 bulan.

Namun, mantan aktivis ICW ini tidak menjelaskan alasan ekseskusi Rochmadi dilakukan ke Lapas Cibinong.

Menurutnya, penentuan lapas terhadap para terdakwa merupakan domain Kemenkum HAM.

“Eksekusi terhadap terpidana kasus korupsi itu bisa dilakukan ke lapas Sukamiskin ada beberapa yang kami eksekusi di sana,” jelasnya.

Sekadar informasi, Rochmadi divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan dalam putusan tingkat pengadilan negeri.

Rochmadi dinyatakan terbukti bersalah menerima suap dari eks Irjen Kemendes PDTT Sugito dan Kepala Bagian TU Jarot Budi Prabowo.

“Menyatakan terdakwa Rochmadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap secara bersama-sama sebagaimana dakwaan kesatu alternatif pertama dan tindak pidana pencucian uang sebagaimana di dakwaan kumulatif keempat,” kata ketua majelis hakim Ibnu Basuki Widodo saat membacakan putusannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/3).

Menurut hakim, Rochmadi terbukti menerima suap Rp 200 juta yang diberikan Sugito melalui Ali Sadli, anak buah Rochmadi. Selain itu, Rochmadi terbukti menerima 1 mobil Honda Odyssey dari Ali Sadli, yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. (fajar/inikata)

Komentar