oleh

Soal Karangan Bunga PDIP, Djoko Santoso: Supaya Kita Mati, Iya Kan?

-Pilpres-154 views

INIKATA.com – PDIP mengirimkan karangan bunga di acara peresmian BPN Prabowo-Sandi di Solo, Jateng, Jumat (11/1/2019).

Menanggapi hal itu, Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, menilai pemberian bunga dari kubu lawan sebagai lambang sebuah kematian.

“Tidak apa-apa, itu menunjukkan peradaban yang mereka pertontonkan, supaya kita mati, iya kan?,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah pintar dalam menentukan pilihannya.
Sehingga, dirinya pun yakin bahwa Prabowo – Sandi akan memenangi Pilpres 2019 ini.

“Kita lihat saja, rakyat sudah pintar kok, sudah ada media sosial, sudah ada hp,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyampaikan bahwa karangan bunga tersebut sebagai bentuk saling menghargai dalam demokrasi.

Rudy juga menyampaikan ucapan selamat pada pendirian posko BPN di Solo. “Selamat dengan berdirinya posko BPN di Solo,” ungkapnya.

Rudy pun akan menjalin hubungan baik dengan kubu lawan. Rudy juga mengajak agar untuk tetap menjaga kekondusifan Kota Solo.

Meskipun dalam kontestasi Pilpres 2019 kedua kubu saling berlawanan.

“Mari kita wujudkan Kota Solo yang kondusif, tetap aman dan nyaman. Saling bisa menghargai dan saling menerima,” katanya.

Rudy juga menyampaikan, melalui kiriman bunga tersebut dirinya juga mengajak agar pesta demokrasi ini bisa disambut dengan gembira.

Dan adanya kegiatan politik di Kota Solo tidak akan menghadirkan konflik yang dapat mengganggu kekondusifan Kota Solo. (Inikata/JPNN)

Komentar

Topik Terkait