oleh

IPW: Belum ada Konsep Jelas Soal Hukum dari Dua Pasang Calon

JAKARTA, INIKATA.com – Debat Perdana Pilpres 2019 dengan tema Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme dinilai sangat normatif baik dari sisi Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kedua pasang calon tidak menyentuh hal esensial dalam bidang pembenahan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

“Dari debat ini terlihat, tidak punya konsep yang jelas, terutama dalam penegakan supremasi hukum,” kata Presidium IPW Neta S Pane dalam Rilisnya yang diterima, Jumat (18/1).

Neta menilai persoalan utama dalam penegakan supremasi hukum di negeri ini ada empat.

Pertama, buruknya moralitas aparatur akibat tidak jelasnya reward and phunismen, sehingga sikap konsistensi aparatur lenyap, sikap diskriminasi berkembang pesat.

lembaga pengawas tidak berfungsi, dan hukuman bagi aparatur yang brengsek tidak maksimal yang terjadi justru saling melindungi.

“Perlu keberanian dari rejim untuk memberikan sanksi yang berat bagi aparatur penegak hukum yang mempermainkan penegakan supremasi hukum,” jelasnya.

“Di antaranya menjatuhkan hukuman mati bagi aparatur yang mempermainkan hukum,” lanjutnya.

BACA: Debat Pilpres 2019 Belum Memenuhi Standar?

Lalu yang kedua gaji dan tunjangan harus menjadi perhatian serius pemerintah yang berkuasa.

Sehingga kesejahteraan aparatur negara, khususnya aparatur penegak hukum terjaga.

Ketiga, fasilitas dan dana operasional aparatur sesuai dengan tuntutan kerja, agar aparatur penegak hukum tidak menegakkan hukum dengan melakukan pelanggaran hukum.

Keempat, rejim yang berkuasa harus mendorong agar aparatur penegak hukum mampu membangun budaya kesadaran hukum di lingkungan kerjanya maupun dalam kehidupan masyarakat berbangsa.

“Keempat hal itu perlu dilakukan simultan dan terukur agar membuahkan hasil maksimal,” tegasnya.

Neta juga menegaskan, membangun penegakan supremasi hukum tidak bisa hanya dengan retorika.

Apalagi dengan retorika yang tidak jelas, tidak fokus, dan tidak terarah seperti yang ditampilkan Jokowi dan Prabowo pada Debat Pertama.

“Penegakan supremasi hukum memang harus bertahap tapi harus ada progres yang terarah menuju perbaikan dan bukan sekadar retorika, apalagi pencitraan,” bebernya. (Danang)

Komentar

Topik Terkait