oleh

Enggan Setia Pada Pancasila, PDI-P: Baasyir Silahkan Jadi Warga Negara Lain

INIKATA.com Penolakan Ustadz Abu Bakar Baasyir untuk bersumpah setia pada Pancasila sebagai syarat kebebasannya menuai kritik tajam dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Tak segan-segan, Hasto menyarankan Baasyir mesti keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Hasto, sebagai warga Indonesia harus menaati nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya.

Baasyir yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara telah menjalani masa hukuman selama 9 tahun di Lapas Gunung Sindur, Bogor.

“Setiap warga negara Indonesia wajib untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Sekiranya tidak mau punya komitmen yang kuat tehadap NKRI sebagai kewajiban warga negara, ya silakan jadi warga negara lain,” kata Hasto, Minggu (20/1).

Menurut Hasto, jika Baasyir ingin memperoleh pembebasan bersyarat, maka pendiri Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu harus meneken dokumen berisi pernyataan sumpah untuk patuh NKRI dan Pancasila.

Politikus asal Yogyakarta itu menegaskan, Pancasila merupakan ideologi negara yang tidak bisa ditawar lagi.

Hal itu karena sudah menjadi kesepakatan pada pendiri bangsa.

Sebelumnya pakar hukum Yusril Ihza Mahendra yang diutus Presiden Jokowi menemui Baasyir menyebut pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo itu akan menerima pembebasan bersyarat.

Namun, kata Yusril, ulama kelahiran 17 Agustus 1938 itu tak menandatangani janji sumpah setia terhadap Pancasila.

Padahal, janji setia kepada NKRI dan Pancasila adalah syarat mendapat pembebasan tersebut. Menurut Yusril, penolakan itu sama sekali tidak menghambat proses pembebasan Baasyir.

“Saya paham jalan pikiran beliau dan enggak mau berdebat. Saya hanya ketawa saja,” sambung Yusril. (**/jpnn)

Komentar

Topik Terkait