oleh

Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Dikaitkan Politik, Mahendradatta: Murni Persoalan Hukum

INIKATA.com – Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM), Mahendradatta menilai pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir murni persoalan hukum. Dia meminta tidak dikaitkan dengan politik.

“Perkara rencana pelepasan Ustaz Ba’asyir masalah hukum. Dan itu biasa saja diberikan bagi orang yang sudah seharusnya memperolehnya,” kata Mahendradatta dalam jumpa pers di kantornya, kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1).

Hadir juga pengacara senior Yusril Ihza Mahendra. Penasihat hukum paslon Jokowi-Ma’aruf ini yang pertama mengumumkan kepada publik bahwa Presiden menyetujuinya.

Jelas Mahendradatta, jika narasi yang dibangun pembebasan Abu Bakar Ba’asyir adalah bentuk kecintaan kepada ulama dan rasa kemanusiaan serta untuk menghapuskan diskiriminasi hukum. Maka, pada 21 Desember 2018 terpidana Bank Century Robert Tantular juga mendapatkan hak pembebasan bersyarat.

“Kalau digemborkan bahwapembebasan Abu Bakar Ba’asyir sebagai kecintaan ulama bisa dong sebaliknya (melepaskan) Robert Tantular kecintaan kepada koruptor. Jangan semua dipolitisir, (menganai Ba’asyir ini) biasa saja secara hukum,” urai dia dilansir dari laman rmol (jawapos group).

Oleh karena itu, Mahendradatta menegaskan, soal pembebasan ABB sesuatu yang biasa lantaran telah menjadi hak seorang narapidana.

“Kalau pendekatanya UU Pemasyarakatan ini biasa bukan sesuatu yang luar biasa,” tutupnya. (**/Fajar)

Komentar

Topik Terkait