oleh

Akibat Banjir dan Longsor, Lima Korban Meninggal Dunia di Manuju

GOWA, INIKATA.com – Sejak bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa, Selasa (22/1) kemarin, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni bertindak cepat meninjau langsung lokasi-lokasi tersebut dan mengunjungi lokasi-lokasi pengungsian.

Begitupun pada hari ini Rabu (23/1) Adnan langsung melakukan rapat koordinasi dengan jajaran Muspida Kabupaten Gowa, Kepala Basarnas Sulsel, Mustari dan Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Sulawesi Selatan, Rini S Harun beserta seluruh jajaran SKPD lingkup Pemkab Gowa di Baruga Krg Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa.

Usai membentuk Tim Evakuasi, Adnan juga menentukan Kantor Bupati Gowa sebagai Posko Induk untuk penerimaan bantuan logistik yang akan disalurkan ke beberapa titik pengungsian.

Bahkan, ia meminta para pimpinan SKPD secara pribadi ikut memberikan donasi kepada para korban.

“Seluruh bantuan akan diterima di posko induk dan akan disalurkan ke 13 titik pengungsian yang dimana masing-masing penanggungjawab setiap titik ada beberapa pimpinan SKPD yang mendata kembali jumlah pengungsi dan apa saja yang merek perlukan,” pesan orang nomor satu di Gowa.

Lima Korban Meninggal Dunia di Manuju

Sementara itu, Dandim 1409/Gowa, Letkol Nur Subekhi dan Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni bersama tim evakuasi

memantau langsung lokasi longsor dan ditemukan 5 orang meninggal dunia di Dusun Pattiro, Desa Patallikang, Kecamatan Manuju.

Kelima korban diantaranya Sadda (63), Sri Wahyuni (13), Ulfa (2), Nurhipayah (20) dan Lina (30) Perempuan (MD).

Di lokasi yang berbeda di Kampung Malalang, Desa Lonjo Boko, Kecamatan Parangloe tim yang dipimpin oleh

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga SIK dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis membersihkan material

akibat longsor yang menutup jalan antara Kecamatan Parangloe dan Kecamatan Tinggimoncong.  (**)

Komentar

Topik Terkait