oleh

Game Online dan Sosmed Pemicu Perceraian Suami Istri

INIKATA.com – Kasus perceraian pasangan suami-istri di Kota Semarang tergolong masih tinggi. Penyebabnya pun beragam.

Beberapa di antaranya adalah perselisihan yang uniknya sebagian dipicu kehadiran media sosial dan bahkan game online.

Tazkiyaturrobihah selaku Panitera Muda Hukum Pengadilan Negeri Agama Kota Semarang, menyebut perselisihan masih mendominasi kasus perceraian di Kota Semarang. Yakni, sebanyak 1.593 perkara.

Ia membeberkan, pemantik perselisihan penyebab perceraian salah satunya adalah media sosial.

“Contoh karena media sosial kemudian terjadi perselisihan, dapat chatting dari pihak lain, muncul cemburu,” katanya, Kamis (24/1/2019).

Adapun pemantik perselisihan penyebab perceraian lainnya yang cukup tak disangka ialah game online.

Kata Tazkiyaturrobihah, ini benar dialami oleh suatu pasangan yang saat ini memasuki tahap banding.

Menurut penuturannya, kasus ini bermula karena suami terlalu sibuk dengan game online. Sehingga hubungan suami istri menjadi terabaikan.

“Suaminya bilang itu hanya hiburan. Diajak ke rumah saudara main handphone terus, istri gregetan. Versi istrinya dia judi online,” jelasnya.

Beberapa kasus perceraian, menurut Tazkiyaturrobihah, padahal sudah diupayakan mediasi oleh pihak keluarga masing-masing.

Tapi, memang tak ada titik temu di sini, sehingga tetap berlanjut ke permohonan perceraian.

“Perselisihan itu biasanya yang sudah tidak bisa didamaikan keluarga, sudah mentok,” katanya.

Selama tahun 2018 perkara cerai yang diterima Pengadilan Agama Kota Semarang mencapai 862 perkara cerai talak atau suami yang mengajukan.

Lalu 2.343 cerai gugat atau yang diajukan pihak istri. Sedangkan bulan Januari ini saja sudah ada 268 permohonan.

Adapun penyebab perceraian lainnya selain dipicu perselisihan. Yaitu di antaranya disebabkan faktor meninggalkan satu pihak sebanyak 622 perkara, perekonomian 466 perkara, disusul beragam penyebab lainnya. (fo/inikata)

Komentar

Topik Terkait