oleh

Banjir dan Longsor di Sulsel, 59 Orang Meninggal Dunia

INIKATA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya sudah 59 orang meninggal dunia akibat bencana  longsor, puting beliung dan banjir yang terjadi di 13 wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional BNPB Sutopo Purwo Nugroho merincikan sebanyak 10 orang meninggal, 3 orang hilang, 51 rumah rusak di Jeneponto.

Sementara itu di Maros akibat banjir sedikitnya sebanyak 4 orang meninggal dunia. 1.200 orang terdampak, 251 orang mengungsi, 552 unit rumah terendam, 8.349 ha sawah, 1 fasilitas peribadatan.

“Gowa (banjir dan longsor): 44 orang meninggal, 21 orang hilang, 46 luka, 2.121 mengungsi, 10 rumah rusak (5 rusak berat, 5 tertimbun), dan 1 jembatan rusak,” jelas Sutopo Jumat (25/1).

Sutopo melanjutkan, di Kota Makasar sebanyak 2.942 orang terdampak akibat banjir, 1.000 orang mengungsi, 477 rumah terendam. Di wilayah Soppeng menyebabkan 1.672 ha sawah terendam.

Selain itu di wilayah Wajo sebanyak 2.454 orang terdampak akibat banjir, 2.010 rumah terendam, 16,2 Km Jalan, 1.855 Ha sawah, 9 jembatan, 10 fasilitas peribadatan, 20 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas pemerintah.

Di wilayah Barru, lanjut Sutopo, sebanyak  2 unit pasar, 1 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintahan rusak akibar banjir.

“Di wilayah Pangkep 1 orang meninggal, 1 orang hilang, 28 rumah 1 rusak berat, 12 rusak ringan, 15 terendam, 1 fasilitas peribadatan, 1 fasilitas sekolah rusak. Dan di Sindrap akibat puting beliung menyebabkan 1 unit rumah rusak sedang,” papar Sutopo.

Puting Beliung

Adapun di Bantaeng, akibat puting beliung 1 unit rumah rusak sedang. Di Takalar banjir menyebabkan 1.195 Rumah terendam.

Di Sinjai 2 rumah rusak akibat puting beliung dan di Selayar akibat banjir 1 orang meninggal, serta 109 mengungsi.

“Banjir sudah surut di beberapa wilayah. Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak,” jelasnya.

BPBD bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, Kemenkes, Kementerian PU Pera, SKPD, NGO, relawan dan berbagai unsur lainnya terus membantu penanganan darurat,” imbuh Sutopo. (RMOL/Inikata)

Komentar

Topik Terkait