oleh

Debat Berikutnya, Tim TKN Minta Kubu Prabowo-Sandiaga Tak Serang Personal

INIKATA.com Debat kedua pemilihan presiden (Pilpres) pada 17 Februari mendatang akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Pada debat kedua ini terpilihlah dua nama jurnalis yaitu Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki sebagai moderator dalam acara tersebut.

Menanggapi debat kedua ini, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily meyakini, pasangan Jokowi-Maruf akan menguasai tema debat kedua itu.

“Tentu secara konten kami sangat meyakini pak Jokowi dan pak Kiai Maruf Amin sangat menguasai, apalagi isu soal misalnya infrastruktur,” ujar Ace pada awak media, Sabtu (26/1). Hal ini menurutnya, karena pembangunan infrastruktur menjadi prestasi di bawah kepemimpinan Jokowi sebagai presiden.

Sebagai contoh kata Ace, yakni soal penguasaan sumber daya alam seperti pertambangan. Di zaman, pemerintahan Jokowi, dia mampu mengakuisisi PT. Freeport. “Jadi kami meyakini ya debat kedua ini kami sangat siap,” tukasnya.

Kendati demikian, Ace mengatakan timnya tak mau jumawa. Dia juga mengetahui tim pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengkritik pemerintahan Jokowi.

Jika akan menyerang dengan kritikan, Ace meminta agar mereka mengkritik secara substansi terhadap kebijakan maupun program-programnya, bukan secara personal.

Tim TKN Minta Kubu Prabowo-Sandiaga Tak Serang Personal

Selain itu, Ace juga meminta kubu 02 dalam menyampaikan kritik harus disertai data dan fakta yang akurat. Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi yang salah. Sebab, apabila data itu dilontarkan tanpa analisis, justru akan berubah menjadi hoaks atau berita bohong.

“Kontestasi dalam pilpres ini sejatinya dengan perdebatan programatis yang ditawarkan kepada masyarakat. Mengkritik dan menyerang terhadap kebijakan kami setuju dengan cara proses dialektika, yang mencerdaskan masyarakat,” jelas Ace.

Sementara itu atas terpilihnya Tommy dan Anisa sebagai moderator, Ace berharap kedua jurnalis televisi tersebut bersikap netral dan bisa secara baik memandu jalannya acara debat. Baginya, kedua moderator yang berprofesi sebagai presenter televisi pasti sudah berpengalaman karena pernah memandu debat pilkada.

“Prinsipnya buat kami siapapun yang ditunjuk menjadi moderator dalam debat yang kedua kami siap untuk menerimanya,” pungkasnya. (Inikata/JPC)

Komentar

Topik Terkait