oleh

Suami Sibuk Cari Uang, Eh Istri Malah Sering Bawa Selingkuhan ke Rumah

INIKATA.com Kesibukan suami mencari uang kerap membuat istri kesepian. Situasi itu membuat bahtera rumah tangga menjadi retak.

Sudah banyak kasus perceraian yang diakibatkan kesibukan suami mencari uang.

Salah satunya ialah perceraian yang dialami Juliet dan Romeo (keduanya nama samaran).

Juliet kesal karena Romeo terlalu sibuk bekerja. Dia merasa Romeo tidak memiliki waktu untuk keluarga.

Selama ini Romeo yang bekerja di sebuah perusahaan tambang di Bontang, Kalimantan Timur, memang jarang pulang.

Dia baru pulang setelah dua minggu bekerja. Kesibukan Romeo membuat intensitas hohohihi dengan Juliet berkurang.

Juliet yang kesal lantas mencari pelampiasan. Dia menjalin hubungan terlarang dengan beberapa pria.

Juliet bahkan sering membawa beberapa selingkuhannya ke rumahnya. Perbuatan Juliet akhirnya diketahui oleh teman Romeo.

Juliet mati kutu. Dia memilih kabur dan meninggalkan suaminya tanpa kabar.

Romeo pun mengajukan cerai. Pengadilan Agama Bontang yang menangani kasus ini sempat dibuat bingung.

Sebab, keberadaan Juliet sudah tidak diketahui. PA Bontang menyebut kasus itu sebagai perkara “gaib”.

“Proses pemanggilan pada perkara “gaib” ini kami lakukan melalui media massa. Jika dua kali pemanggilan sang pasangan tidak muncul, sidang dilakukan,” kata Humas PA Bontang Firlyanti, Jumat (25/1)

Jarak pemanggilan pertama dan kedua sekitar satu bulan. Jika tetap tidak ada jawaban, sidang dilakukan tiga bulan setelahnya.

Majelis hakim pun bisa memutuskan perkara “gaib” ketika alat bukti lengkap.

Firlyanti mengatakan, pendapatan Romeo yang cukup besar tidak menjamin rumah tangga bakal harmonis.

Dia menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali menangani kasus serupa.

Menurut Firlyanti, rata-rata para istri membutuhkan perhatian dari suami. Ketika tidak mendapatkan perhatian, istri memilih berselingkuh.

Bahkan tidak sedikit istri yang nekat membawa selingkuhan ke rumah ketika suami sedang bekerja.

“Pada 2018, perkara gaib ini bisa mencapai 30 persen dari total kasus cerai,” tutur Firlyanti. (Inikata/jpnn)

Komentar

Topik Terkait