oleh

Diperiksa Polisi 5 Jam, Rocky Gerung Sebut Pelapor Gagal Paham

-News-0 views

INIKATA.com – Pengamat politik Rocky Gerung menilai pelapornya tidak paham atau gagal paham beda antara fiksi dan fiktif. Penegasan itu disampaikan usai dia diperiksa Polda Metro Jaya soal kasus penyebutan kitab suci sebagai “fiksi” di ILC, April tahun lalu.

“Si pelapor itu gagal paham beda antara fiksi dan fiktif,” ujarnya, Jumat (1/2) lalu.

Wali Kota Dani Fatma

Padahal, sambung Rocky, dirinya sudah kerap menerangkan beda antara keduanya. Termasuk, menjelaskan bahwa pernyataan tentang kitab suci sebagai fiksi sebatas silogisme berpikir.

“Berkali kali saya terangkan bahkan fiksi adalah suatu energi untuk mengaktifkan imajinasi,” tegasnya.

Pelaporan ini, kata Rocky, menjadi bukti bahwa pelapornya memiliki keterbatasan pengetahuan dalam memahami kata-kata atau gagal paham.

“Mungkin beliau membutuhkan percakapan akademis tapi enggak punya forum,” pungkas Rocky yang diperiksa selama lima jam.

Rocky dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Permadi Arya dan Sekjennya Jack Boyd Lapian dengan dalil penistaan agama. Bagi Rocky, kedua pelapornya itu gagal memahami apa yang dia sampaikan dalam acara yang dipandu Karni Ilyas tersebut. (inikata/rmol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait