oleh

Pemakaian Krim Pemutih Wajah dalam Jangka Waktu Lama, Ini Akibatnya

INIKATA.com Siapa yang tak menginginkan wajahnya selalu cerah? Dorongan memiliki wajah cerah membuat orang tergoda menggunakan krim pencerah dan penghilang flek wajah dengan harga yang murah. Padahal, tidak diketahui krim perawatan yang dijual bebas apakah aman atau tidak.

Salah satu krim pencerah paling umum adalah hidrokuinon. Sebab, hidrokuinon akan menyamarkan flek hitam di wajah dan mencegah pembentukan flek baru. Krim ini biasanya direkomendasikan oleh dokter jika sudah berkonsultasi.

Hasilnya penggunaan hidrokuinon juga tetap tidak cepat, butuh proses sekitar 3 bulan baru efeknya akan terlihat. Oleh karena itu, diperlukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui efek dan hasilnya.

“Hidrokuinon dosisnya tertentu, jangka waktu pemakaiannya tertentu, diracik dengan zat lain yang bisa memaksimalkan potensinya, mengurangi iritasi, mencegah efek samping okronosis. Makanya pasien dengan keluhan flek pasti disuruh kontrol untuk melihat efek samping terjadi,” kata dr. Rahma Evasari, SpDV, Spesialis Kulit dan Kelamin, ketika ditemui di Skin 3 Clinic, Jakarta Timur, Jumat (1/2).

Jika dibandingkan dengan krim berbasis hidrokuinon yang dijual bebas, biasanya hasilnya akan cerah secara instan bahkan dalam waktu satu minggu. Tetapi, itu yang justru berbahaya, apalagi dipakai dalam jangka waktu yang lama. Sebab, akan mengakibatkan efek samping bernama okronosis.

Penyakit okronosis merupakan flek membiru yang terjadi pada wajah. Kondisi ini justru lebih parah dibandingkan dengan flek wajah melasma (karena proses penuaan).

Okronosis akan sulit dihilangkan karena pigmennya mengendap di bawah. Oleh sebab itu, pemakaian krim hidrokuinon tidak boleh dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan.

“Kalau misal sudah dalam jangka waktu 3 bulan, kita biasanya switch dengan bahan pencerah lain seperti arbutin, vitamin C, kojic acid. Atau jenis-jenis yang merupakan nonhidrokuinon,” pungkas Rahma. (Inikata/JPC)

Komentar

Topik Terkait