oleh

Suami Merantau Untuk Nafkahi Keluarga, Istri Asyik Selingkuh dengan Sekdes

INIKATA.com – Sekretaris Desa Sambeyan, SW diduga bertindak asusila terhadap seorang warganya, SL, hingga hamil empat bulan. Dugaan SL dihamili Sekdes mencuat setelah suami SL pulang dari perantauan di Malaysia sekitar sebulan lalu. SL yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga pun kini telah kabur meninggalkan rumah beberapa hari terakhir.

Menurut pengakuan SP, suami SL, memang hanya pulang dua kali dalam setahun. Bahkan kadang hanya pulang sekali. Namun, ia tetap mengirim uang bulanan kepada sang istri di rumah. Apalagi, ada tiga buah hati yang harus dinafkahi.

Meski demikian pelaku yang menghamili istrinya diduga adalah sekdes. Ini berdasarkan pengakuan istrinya, namun SP enggan melaporkannya ke pihak kepolisian. Undang-Undang dengan prosedur yang rumit membuatnya mengurungkan niatnya ke pihak yang berwajib. Terlebih, SP juga mengaku masih mencintai sang istri.

”Dua hari yang lalu saya sudah ke Polres (Rembang). Saya ditanya pihak Polres, kalau saya lapor berarti siap cerai. Akhirnya saya pikir-pikir,” katanya saat ditemui di rumah saudaranya kemarin.

Selain itu, biaya untuk menyewa pengacara juga mahal. Dia mengaku, mendapat tawaran dari seorang pengacara dengan tarif Rp 30 juta, hingga kasus ini selesai, dengan durasi sekitar empat bulan. Apalagi, pihak terlapor, sang sekdes juga bisa melaporkan balik, apabila nantinya tidak terbukti. Hal-hal itulah yang membuatnya enggan melapor.

Ia juga memiliki hutang yang cukup banyak yang perlu dibayar. Seandainya tetap melapor, maka waktunya akan tersita untuk mengurusi kasus tersebut. Padahal, ada anak-anaknya yang juga butuh biaya sekolah.

”Saya mikirnya, nanti anak-anak juga bagaimana, kalau saya ngurus ini, tidak bisa kerja,” tambah SP.

SP pun bingung harus berbuat apa, dengan kondisinya saat ini. Dia berpikir untuk pergi dari rumah hingga suasana kembali normal.

Sementara itu, SW, sekretaris desa, saat dikonfirmasi kemarin menyatakan tuduhan itu sebagai fitnah. Dia bahkan menduga ada unsur politis, bahwa ada pihak yang tidak senang dengan kinerjanya sebagai sekretaris desa.

”Fitnah itu. Nggak jelas metenge karo sopo (hamilnya sama siapa). Nyatanya tidak ada laporan. Ada yang nggak puas dengan kinerja perangkat desa,” kata SW.

Adapun Kasatreskrim Polres Rembang AKP Kurniawan Daeli tak menjawab secara jelas saat dimintai konfirmasi adanya pelaporan kasus tersebut beberapa hari lalu. Dia hanya menyebut akan memonitor kasus tersebut. ”Saya monitor dulu,” kata dia. (inikata/jawapos)

Komentar

Topik Terkait