oleh

Dua Terduga Pengedar Sabu-Sabu Diringkus Polisi, Satu Tersangka Pakai Senpi

INIKATA.com Dua terduga pengedar sabu-sabu diringkus jajaran Polda Sumatera Barat (Sumbar). Kedua tersangka diringkus di dua daerah berbeda.

Dari informasi, tersangka DS, 39, diringkus di Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Dari tangan DS yang diketahui mantan personel TNI AD yang dipecat sejak tahun 2016 silam, petugas menyita lima paket sabu seberat 219,91 gram serta alat timbangan digital.

“Kami juga menemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis pistol beserta magazine. Lalu, sembilan butir amunisi kaliber 9, satu buah holster berbahan kanvas dan satu unit handphone,” kata Wadir Ditresnarkoba Polda Sumbar, AKBP Roedy Yoelianto saat menggelar konfrensi pers di Mapolda Sumbar, Senin (11/2).

Dua Terduga Pengedar Sabu-Sabu Diringkus Polisi, Satu Tersangka Pakai Senpi

Penangkapan DS ini, terang mantan Kapolres Dharmasraya itu, berawal dari pengembangan kasus tersangka pertama NH, 41, yang diringkus pada Jumat (6/2). Tersangka NH ditangkap di kawasan Nagari Sari Lamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota dengan BB satu paket sabu seberat 4,58 gram.

“Setelah menangkap NH (di hari yang sama), petugas juga tangkap DS dikediamannya. Saat ditangkap, DS sempat memegang pistol rakitan miliknya, tapi kami berikan tembakan peringatan dan akhirnya DS membuang senpi,” katanya.

Roedy menerangkan, tersangka NH juga residivis dengan kasus yang sama. Sedangkan DS juga mengakui telah dua kali ditangkap. “Tapi kami masih cek lagi. Kemungkinan DS dengan kasus yang sama juga (ditangkap). DS ini juga pernah akan ditangkap BNNP Sumbar pada Januari, tapi berhasil kabur,” katanya.

Soal kepemilikan senpi, Ditresnarkoba mengaku akan segera berkoordinasi dan melimpahkan kasus DS ke Ditreskrimum. Sepenuhnya, pengembangan kasus senpi akan ditangani Ditreskrimum Polda Sumbar.

“Untuk BB senpi kami serahkan ke sana (Ditreskrimum). Sejauh ini, dari hasil intrograsi sementara DS mengaku dapat senjata api rakitan itu dibeli seharga Rp 2 juta. Informasi awal didapat dari Pekanbaru pada tahun 2012 oleh penjual berinisial D,” beber Roedy.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Tersangka terancam kurungan penjara 20 tahun dan maksimal hukuman mati. (Inikata/JPC)

Komentar

Topik Terkait