oleh

Reaksi MUI Medan Soal SMS Beredar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

INIKATA.com – Short Message Service (SMS) atau pesan singkat yang berisi ajakan mendukung Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) beredar dalam beberapa hari terakhir.

Pengirim mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). “MUI mengajak semua ummat bersatu mendukung Jokowi pada pilpres 2019,” demikian isi pesan berantai tersebut.

Pesan itu dikirim dari nomor handphone 08116656010 secara acak ke masyarakat. Namun saat dihubungi, nomor tersebut tidak aktif.

MUI Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Medan langsung menanggapi soal beredarnya SMS berantai tersebut. Mereka mengaku tidak mengetahuinya.

Sekretaris MUI Sumut Ardiansyah menjelaskan, secara kelembagaan pihaknya tidak pernah mengeluarkan instruksi atau imbauan untuk mendukung salah satu pasangan calon. Termasuk untuk Pemilihan Legislatif.

“Ini disampaikan secara resmi Sekjen MUI Pusat melalui rapat resmi dan pesan WhatsApp ke seluruh pengurus MUI yang harus diikuti MUI se-Indonesia. Bahwa sampai hari ini saya pastikan tidak ada memberi dukungan kepada siapa pun dan wajib untuk netral,” ujar Ardiansyah, Selasa (12/2).

Meski demikian, MUI tidak melarang masing-masing individu untuk memberikan dukungan. “Isi pesan yang menyebar ke warga itu bukan dari MUI,” tegasnya.

Jika ada umat Islam yang mendapatkan pesan berantai seperti itu, bisa klarifikasi terlebih dahulu. “Tidak langsung mempercayai berita yang masuk apakah itu berbentuk tulisan, foto atau potongan video, dan harus ditanyakan ke pihak yang tepat serta memiliki pengetahuan tentang hal tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Umum MUI Kota Medan M Hatta juga berkomentar serupa. Dia menyatakan, MUI tidak pernah memberi instruksi atau ajakan untuk mendukung calon manapun yang berkaitan dengan Pemilu 2019. “Itu hoax, berita bohong. MUI tetap bersikap independen. Tidak ada instruksi mengatasnamakan lembaga,” tukasnya.

Hatta mengimbau umat Islam tidak terpengaruh dengan kabar tersebut. Pemilu adalah untuk memperkokoh rasa persaudaraan. Sehingga masyarakat harus menghindari dari prasangka fitnah dan hoax.

“Gunakan hak pilih dengan baik. Jadikan pemilu sebagai kegiatan demokrasi untuk memperkokoh kualitas keumatan kami dengan memilih calon-calon yang berkualitas sesuai imbauan Alquran dan Hadist. Jangan memilih kucing dalam karung. Perhatikan jejak rekamnya dan visi misinya,” imbau Hatta. (inikata/jawapos)

Komentar

Topik Terkait