oleh

Gegara Telat Masuk Sekolah, Siswi SMK jadi Korban Pelecehan oleh Kepsek

INIKATA.com Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Luwu Timur dilaporkan muridnya sendiri.

Oknum Kepsek berinisial AK itu diduga telah mencabuli muridnya sendiri dengan memegang kemaluan korban dengan modus hukuman lantaran terlambat datang di sekolah.

Dihadapan Polisi, korban pelecehan seksual berinisial SD mengaku kejadiannya berawal saat korban telat datang ke sekolah.

Akibat kesalahan itu, Kepsek berinisial AK lantas meminta korban keruangannya untuk diberi hukuman dan peringatan.

Namun sayangnya, di ruangan kepala sekolah, korban malah dicabuli dengan memegang kemaluan korban sebanyak dua kali.

Sontak korban menepis tangan oknum Kepala Sekolah lantaran tak terima diperlakukan tak sewajarnya. Akibat perbuatannya, oknum Kepsek tersebut nyaris dikeroyok oleh ratusan siswanya yang tersulut emosi lantaran tak terima rekannya diperlakukan tak senonoh.

Disaat bersamaan tiba-tiba anggota Kepolisian dari Polsek Malili dan Polres Luwu Timur langsung mendatangi lokasi kejadian dan meredam kejadian yang hendak menghakimi oknum Kepala Sekolah tersebut.

Mendegar kasus tersebut, Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Luwu Timur bersama Front Pembela Islam (FPI) Luwu Raya hari ini, Jumat (15/2/2019) mendampingi 3 orang korban pelecehan seksual melapor ke Polres Luwu Timur.

“Hari ini kita akan melaporkan pelaku di Polres Luwu Timur 3 dengan didampingi oleh orang tua korban bersama Pospera dan FPI Luwu Raya,” kata Ketua Pospera Luwu Timur, Erwin R Sandi.

Erwin menambahkan, pelecehan seksual yang dilakukan oknum kepsek yang LGBT merupakan masalah besar yang sangat mengkhawatirkan.Karena oknum tersebut adalah seorang pendidik yang notabene dekat dengan anak-anak. (Sulselinikata/Asril)

Komentar

Topik Terkait