oleh

Kaus Jokowi Dibakar Massa di Tengah Jalan, Bawaslu Gerak Cepat

INIKATA.com– Sekelompok massa di Sampang, Madura membakar atribut milik capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Peristiwa itu diduga terjadi di sekitar Monumen Trunojoyo, Selasa malam (26/2).

Dalam video yang tersebar melalui WhatsApp dan YouTube, massa yang anarkis tampak menyobek spanduk dan kaus Jokowi dibakar terlebih dahulu.

Setelah itu, massa membakar atribut itu. Aksi itu dilakukan di tengah jalan. Terdengar juga beberapa kata-kata umpatan.

Dikonfirmasi JawaPos, Komisioner Bawaslu Jatim Aang Khunaifi membenarkan kejadian itu.

Saat ini Bawaslu sudah menerjunkan tim untuk mengumpulkan bukti-bukti dugaan pelanggaran pidana pemilu.

”Masih dilakukan proses investigasi oleh kawan-kawan Bawaslu Kabupaten Sampang,” terang Aang, Rabu malam (27/2).

Aang tidak bisa memastikan berapa lama tim yang ada di lapangan itu mengumpulkan bukti-bukti.

Dia mengakui bahwa tingkat kesulitan untuk mengungkap kasus pelanggaran yang ada di Sampang  ini tidak gampang.

”Kasus pelanggaran semacam ini harus lihat kondisi di lapangan. Pada prinsipnya, dalam menangani pelanggaran seperti ini kami harus punya alat bukti yang cukup,” tambahnya.

Kendati demikian, Aang optimistis bahwa Bawaslu Kabupaten Sampang bisa cepat mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.

”Insya Allah untuk kasus ini kawan-kawan (Bawaslu) Sampang bisa melakukan investigas bersama dengan Gakkumdu,” lanjut Aang.

Kaus Jokowi Dibakar, TKD Harap Pendukung Tenang

Secara terpisah, Ketua Tim Kampenya Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Ma’ruf Amin Machfud Arifin sangat menyayangkan adanya aksi pembakaran tersebut.

”Ini sungguh memprihatinkan buat kami. Seharusnya kita semua jangan mencederai pesta demokrasi,” tutur Machfud.

Kendati dirugikan, Machfud berharap agar seluruh pendukung 01 se-Madura tetap tenang. Dia meminta agar seluruh elemen pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Pulau Garam tetap fokus dengan tujuan utama.

Tetap rendah hati, kalem, dan tidak terpancing untuk membalas. ”Tidak ada instruksi kepada pendukung di Madura untuk membalas.

Biarkan saja Gakkumdu yang bekerja, percayakan ke mereka. Yang penting kami tetap kerja. .kerja. .kerja secara masif,” imbuh mantan Kapolda Jatim tersebut.

Ditanya apakah TKD akan melaporkan kejadian itu ke Bawaslu atau tidak, Machfud mengatakan bahwa saat ini TKD tingkat Kabupaten Sampang masih melakukan koordinasi internal.

Jika memang Bawaslu meminta bukti-bukti yang diperlukan, pihaknya akan menyiapkan. ”Bila perlu besok (Kamis) saya ke Sampang,” ungkapnya.(**)

Komentar

Topik Terkait