oleh

Larangan Menonton Dicabut, Nyanyian Rasis Bobotoh Dinilai Berdampak Negatif

INIKATA.com – Larangan suporter Persib Bandung menonton di Stadion oleh PSSI dicabut. Membuat seluruh Bobotoh bergembira ria. Disinggung soal nyanyian rasis, dinilai tidak menjaga kondusifitas dari kedua suporter.

Seorang Bobotoh, Muhammad Ubaydillah, mengaku tidak setuju jika nyanyian tidak baik itu digaungkan di stadion. Pasalnya, ini merupakan salah satu etika yang arus dijaga dan upaya menjaga kondusifitas dari kedua suporter.

“Kalau soal larangan nyanyian rasis Ubay mah setuju pisan (banget), karena dampak negatif dari nyanyian rasis bisa sampai ke luar stadion. Mulai dari poyok-poyok (saling mengejek, red), pertikaian antar suporter, bahkan bisa sampai hilang nyawa,” ungkapnya.

Ubay menceritakan, alasan dirinya dan suporter lain menyanyikan lagu rasis karena ikut-ikutan. Terbawa suasana sehingga secara spontan ikut menyanyikan lagu rasis.

“Awalnya ke stadion untuk nonton dan dukung Persib. Tapi lihat kondisi stadion emang banyak dari suporter pada nyanyi rasis jadilah terbawa. Mungkin karena itu nyanyian rasis lebih mendominasi di stadion juga dilakukan secara massal. Jadi anggapannya kalau nyanyi rasis juga enggak apa-apa karena banyakan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Persib Bandung dan Bobotoh mendapat hukuman dari Komdis PSSI akibat kejadian di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Saat itu, suporter Persija Haringga Sirla dikeroyok hingga tewas oleh Bobotoh. Peristiwa terjadi sebelum kick off Persib Bandung melawan Persija Jakarta:

Sejatinya hukuman tersebut berlaku hingga pertengahan Liga 1 2019. Namun sebelum waktu berakhir, kini PSSI telah mencabut sehingga Bobotoh bisa kembali mendukung klub kesayangannya secara langsung. (**/fajar)

Komentar