oleh

Tiga Kartu Sakti Jokowi Adalah Jurus Lama yang Tidak Ampuh

INIKATA.com Keberpihakan calon presiden petahana, Jokowi terhadap rakyat dipertanyakan melalui program tiga kartu sakti baru yang belakangan ini digembar-gemborkan dalam kampanyenya.

Tiga kartu sakti dimaksud kartu Indonesia Pintar untuk kuliah, kartu pra kerja, dan kartu sembako murah.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) heran program tiga kartu sakti itu baru diumbar sekarang.

“Jadi gini, kalau Jokowi memang betul-betul komitmennya untuk berpihak kepada rakyat banyak harusnya tiga kartu ini sudah ada sejak 2015, kenapa baru muncul 2019 jelang Pilpres?” ujar Hidayat saat ditemui di gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (4/3).

Menurut Hidayat, program-progam bantuan sosial mestinya diselesaikan Jokowi sewaktu menjadi presiden.

“Seharusnya kan ini sudah terkelola dalam anggaran 2015 sehingga saat ini sudah menikmati hasil kinerjanya,” terang politisi senior PKS tersebut.

Apalagi ia melihat pembagian-pembagian bantuan pemerintah di lapangan melibatkan banyak ASN.

“Kalau memang kinerja beliau bagus, mungkin beliau sekarang nggak repot-repot turun ke daerah bagi beras kemudian melibatkan ASN di lapangan, dikerahkan atau bahkan dengan menggunakan fasilitas negara,” pungkasnya. (Inikata/Rmol)

Komentar

Topik Terkait