oleh

Imbas Banjir Bandang, Warga Maros Sulit Dapatkan Air Bersih

-News-0 views

MAROS, INIKATA.com – Warga Desa Tomopobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal itu dikatakan Daeng Sirua. Ia menjelaskan sekira ada 40 Kepala Keluarga menjadi korban banjir.

Wali Kota Dani Fatma

Saat ini mereka semata hanya mengandalkan air dari aliran sungai.

Pasalnya, sejak banjir merendam pemukiman Sabtu pekan lalu, distribusi air PDAM terhenti. Bantuan air bersih untuk dikonsumsi, juga sangat minim.

“Bantuan air bersih sangat kami butuhkan, khususnya untuk diminum,” katanya, Selasa (4/3/2019).

Menurut dia, Ada bantuan air, tapi kemasan. Jumlahnya juga hanya dua puluh dos. Namun semua itu tidak cukup.

Untuk mendapatkan air minum, warga harus mencari toko di desa lain.
Pasalnya, di Dusun Tombolo, air bersih tidak diproduksi lagi karena masalah PDAM.

Sementara untuk keperluan mencuci piring dan pakaian, warga turun ke sungai.

Sungai tesebut menjadi alternatif bagi warga, meski kondisi air masih keruh akibat pertambangan.

“Untuk membeli air minum, kami harus keluar dari kampung. Kalau cuci piring dan pakaian, masih ada air sungai. Kami ke sungai untuk mengirit pengeluaran beli air,” katanya.

Pipa PDAM sepanjang tiga kilometer menuju ke pemukiman warga, belum berfungsi. Pihak PDAM masih sementara melakukan pembenahan.

Sementara, Bupati Maros, Hatta Rahman menuding, banjir yang melanda Kecamatan Tompobulu, disebabkan ulah oknum penambang liar.

Hatta meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan pengusutan. Pasalnya, selama ini, Pemkab tidak pernah memberikan adanya izin tambang di Tompobulu.

“Pihak Kepolisian diminta untuk segera bertindak dan menyeret para pelaku tambang ilegal. Jika dibiarkan, maka kerusakan akan bertambah parah”, katanya.

Banjir terjadi karena adanya kerusakan hutan, penambangan tanpa izin, dan tidak direncanankan dengan baik. Banjir ini sudah kedua kalinya dalam satu tahun terjadi, sambung Hatta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait