oleh

Korut Punya Pabrik Senjata Nuklir, AS Berfikir Seribu Kali Sebelum Menyerang

INIKATA.com – Yongbon menjadi perbincangan pasca pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam. Area yang dibangun pada 1961 itu diibaratkan sebagai pabrik yang memproduksi material untuk senjata nuklir Korut.

Di Yongbyon itulah pengayaan uranium dilakukan dan laboratorium penelitian nuklir didirikan. Tak ada yang bisa menggambarkan dengan pasti seperti apa Yongbyon sekarang. Foto-foto yang beredar saat ini hanya berasal dari gambar satelit ataupun yang sengaja dirilis pemerintah Korut.

Pusat Penelitian Ilmiah Nuklir Yongbyon memiliki reaktor IRT-2000 yang sudah ada sejak 1965. Alat itu mampu memproduksi uranium untuk penelitian. IRT-2000 bisa memproduksi tritium atau lithium deuteride. Beberapa gram tritium di hulu ledak bisa meningkatkan kekuatan ledakan hingga berkali lipat.

Yongbyon kini memiliki reaktor 5 megawatt yang mampu memproduksi plutonium dalam jumlah besar. International Atomic Energy Agency (IAEA) beberapa kali melihat reaktor tersebut. Tapi, sekali lagi, itu dilakukan jika Korut mengizinkan.

Sejak September 2010 ada pembangunan besar-besaran di Yongbyon. Diyakini ada dua fasilitas nuklir lain di Korut yang lumayan besar. Salah satunya di dekat Kangson.

”Kecil kemungkinan Korut akan menyerah terkait senjata nuklirnya,” ujar pakar pertahanan di One Earth Future Melissa Hanham.

Peneliti nuklir Siegfried Hecker yang pernah empat kali berkunjung ke Yongbyon mengungkapkan bahwa kompleks tersebut mampu memproduksi material untuk tujuh bom atom pada 2018 saja. Tak ada yang tahu dengan pasti jumlah senjata nuklir yang dimiliki Korut. Bisa jadi lebih dari 30 seperti yang diperkirakan selama ini.

Senjata Nuklir Jadi Daya Tawar Utama Korut

Senjata nuklir itu memang menjadi daya tawar utama Korut. Para pengamat menilai bahwa perang antara Korut dan AS tak mungkin terjadi meski mereka saling perang mulut seperti yang dilakukan Trump dan Kim Jong Un dulu. Kondisi geografis dan kemampuan militer dua negara membuat hal itu sulit terjadi.

AS tentu harus berpikir seribu kali sebelum menyerang Korut. Pyongyang memiliki prajurit yang hampir sama banyak dengan Washington. Yang lebih penting, kemampuan misil balistik interkontinental (ICBM) dan nuklir Korut bukan isapan jempol. Uji coba menunjukkan bahwa senjata Korut bisa mendarat di AS.

Korut beda dengan Syria dan Iraq yang dengan mudah bisa diporak-porandakan AS. Dua negara di Timur Tengah itu tak punya senjata nuklir dan ICBM yang mumpuni seperti Korut. AS mungkin bisa mudah menghancurkan Korut dengan persenjataan canggih. Tapi, mereka bakal berjudi dengan mengorbankan warganya dan para sekutunya, yaitu Korsel dan Jepang.

Serangan AS ke Syria juga menjadi alasan mengapa Korut memacu teknologi senjata nuklir. Korut tak ingin menjadi Syria kedua yang luluh lantak. ”Persepsi (Korut) adalah memiliki senjata nuklir akan mengurangi serangan semacam itu,” tegas Rodger Baker, analis Stratfor, seperti dikutip CNN.

Komentar

Topik Terkait