oleh

PKH Mengaku Resah Atas Sikap Polres Gowa

INIKATA.com – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gowa merasa resah dengan kelakukan aparat Kepolisian Resort Gowa, Kamis (7/3/2019).

Pasalnya penegak hukum tersebut menyita Bantuan Pangan non tunai yang akan disalurkan kepada masyarakat di Desa Panakukang, Kecamatan Pallangga, Gowa.

Koordinator PKH Gowa, Amiruddin Rewa mengatakan dalam menyalurkan Bantuan Pangan non tunai para pendamping PKH di Kabupaten Gowa telah bekerja sesuai prosedur.

Mereka berpedoman pada teknis penyaluran bantuan pangan non tunai 2018.

“Semua sudah bekerja sesuai dengan prosedur tidak ada yang keluar dari yang telah ditetapkan oleh pedoman dan petunjuk,” kata Amiruddin.

Ia menyebutkan di Kabupaten Gowa, sendiri terdapat 23 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 18 Kecamatan.

Dan para pendamping PKH yang jumlahnya 78 orang tersebut tidak pernah melakukan pelanggaran dalam menyalurkan bantuan pangan non tunai itu.

“Dalam menyalurkan bantuan pangan non tunai tersebut kepada KPM tidak ada pemotongan yang dilakukan,” sebutnya.

Dirinya menerangkan keserahan tersebut diperoleh oleh para pendamping Program Keluarga Harapan setelah aparat kepolisian menuding adanya tiga dugaan pelanggaran.

“Dimana dugaan itu bahwa kami dalam hal ini teman kami ada kelurganya yang dijadikan sebagai agen bantuan,” sebutnya.

Tetapi dari pihak kepolisian, mengatakan bahwa itu bukanlah agen.

Amiruddin Rewa yang mendapat informasi itu tak tinggal diam begitu saja.

Dia pun langsung melakukan pengecekan di tempat kejadian dan menemukan kenyataan yang sebaliknya dengan apa yang ditudingkan Polisi.

“Ternyata setelah kami klarifikasi di lapangan bahwa agen ini betul-betul terdaftar namanya di bank penyalur mitra bank BNI. Karena kebetulan kami di Gowa itu mitranya adalah Bank BNI,” terangnya.

“Dugaan kedua penyalahgunaan yang dialamatkan kepada kami bahwa beras yang dipaket,” Amiruddin Rewa menambahkan. (**)

 

Komentar

Topik Terkait