oleh

Pemilu 2019, Bawaslu Berharap Kepada Masyarakat Tak Dokumentasikan Pilihanya saat di TPS

INIKATA.com Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengimbau kepada masyaraat dalam mencoblos di Pemilu 2019 tidak mendokumentasikan pilihannya. Hal ini dikatakan Komisioner Bawaslu, Mochammad Afifuddin.

“Pemilih itu enggak boleh mendokumentasikan ada teknis dan aturannya enggak boleh merekam atau foto,” ujar Afif di Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (8/3)‎.

Afif mengatakan, memang dalam aturan tidak boleh membawa ponsel. Kalaupun pemilih tetap membawa ponsel maka perlu ada kedewasaan dari si pemilih. Asalkan jangan sampai pemilih lainnya terintimidasi.

“Jangan sampai orang lain terintimidasi secara psikologis,” katanya.

Adapun larangan mendokumentasikan kegiatan memilih di bilik TPS tertuang dalam Peraturan Bawaslu Nomor 13 Tahun 2018 Pasal 17 Ayat 1 huruf (t) tentang pengawasan, pemungutan dan perhitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.

Bunyi Pasal 17 ayat 1 tersebut, mengatur bahwa PPL atau Pengawas TPS mengawasi kepatuhan KPPS dalam pelaksanaan proses pemungutan suara dengan cara mengingatkan dan melarang pemilih membawa telepon genggam dan/atau alat perekam gambar lainnya ke bilik suara.

Sementara itu, Pasal 35 ayat (1) huruf m Peraturan KPU Nomor 3 tahun 2019 tentang Pemungutan dan

Penghitungan Suara menyebutkan, larangan menggunakan telepon genggam dan/atau alat perekam gambar lainnya di bilik suara‎. (Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait