oleh

Dua ABG di Kasus Prostitusi Online, Polisi Masih Dalami korban Lainnya

INIKATA.com Polisi masih terus mendalami bisnis prostitusi yang dilakukan RS warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul itu. Salah satunya mendalami adakah korban prostitusi lain selain dua ABG yang ikut diamankan polisi tersebut.

Polisi telah memeriksa dua ABG atau anak di bawah umur sebagai saksi. Termasuk juga memeriksa tersangka. Polisi menduga, perempuan yang diperdagangkan oleh RS itu lebih dari dua orang. “Kami masih melakukan pendataan siapa saja korban (perempuan) yang dijual RS dan berapa jumlah korban yang sempat diperdagangkan RS,” kata Kapolres Blitar AKBP Anissullah M. Ridha, Sabtu (9/3).

Untuk sementara, jelas Anis, perempuan yang berhasil diungkap dalam bisnis prostitusi online ada dua. Keduanya itu ternyata masih di bawah umur atau usia anak-anak. “Kemungkinan ada perempuan lain yang juga dewasa. Tetapi anggota masih mendalaminya,” ungkapnya lagi.

Polisi juga menduga, pelaku RS yang menjalankan bisnis lendir via online itu tidak hanya sekali beraksi. Tetapi sudah beberapa kali. Korbannya selain anak-anak juga ada dewasa. “Untuk sementara ini, pelaku melakukan aksinya itu sendiri. Kami juga sedang mendalaminya,” ujar perwira berpangkat dua melati di pundak ini.

Dua ABG yang dijual SR itu saat ini sedang dalam pemeriksaan polisi. Keduanya juga akan dikirim ke komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPAI) Blitar untuk di rehabilitasi.

Seperti diberitakan, Salah seorang warga asal Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar terpaksa diamankan oleh Polres Blitar. Itu setelah pria berinisial RS, 23, diduga bisnis esek-esek secara online (prostitusi online).

Berdasarkan informasi yang diterima, dalam menjalankan bisnis haramnya itu, RS menjual gadis kepada pria hidung belang melalui dunia maya. Caranya yakni mem-posting foto gadis lewat Facebook. Bisnis lendir itu pun akhirnya berhasil diungkap aparat Polres Blitar. (Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait