oleh

Kementerian PUPR Akan Perluas Jalan Nasional 93,66 Km Pakai Aspal Karet

INIKATA.com – Perluasan jalan nasional terus digencarkan Presiden Joko Widodo tahun ini. Uniknya perluasan jalan tidak lagi menggunakan aspal biasa, melainkan aspal karet.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rencananya akan memperluas penggunaan aspal karet sepanjang 93,66 Km untuk jalan nasional

“Aspal karet yang rencananya digunakan 2.542 ton,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Selasa (12/3).

Aspal karet sendiri, kata dia, memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda aspal basah dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa.

Kementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan 3 teknologi aspal karet yakni aspal karet alam cair (Lateks), aspal karet alam padat (Masterbatch) dan aspal serbuk alam teraktivasi (Askat) dan telah diuji coba di ruas jalan Batas Karawang – Batas Cikampek.

Untuk Sumatera Selatan sendiri pada 2018, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang, uji coba aspal karet juga dilakukan di ruas jalan Muara Beliti – Tebing Tinggi – Lahat, Sumatera Selatan sepanjang 4,37 Km dari total panjang ruas 183 Km dengan anggaran sebesar Rp 30,55 miliar.

Kementerian PUPR pada 2019 telah memprogramkan pembelian bahan olahan karet rakyat (Bokar). Diantaranya dari Provinsi Palembang sebanyak 1.096 ton dari 13.300 petani dengan harga Rp 8.500 per kg. Hingga awal Maret telah terealisasi sebanyak 170 ton dari 1.578 petani dengan kisaran harga antara Rp 7.700 – Rp 11.100 per kg.

Dari Provinsi Jambi direncanakan sebanyak 586 ton dari 7.700 petani dengan harga Rp 8.500 per kg dan sudah terealisasi 24,55 ton dari 205 petani seharga Rp 9.000 – Rp 9.500 per kg.

Kemudian di Provinsi Lampung ditargetkan sebanyak 835 ton dari 11.000 petani dengan harga Rp 8.500 per kg baru terealisasi sebanyak 20 ton dari 139 petani.

“Pak Menteri (PUPR) sekarang ngaspal jalan itu jangan pakai hanya aspal, campur dengan karet. Sudah dicoba di Sumsel, Riau, dan Jambi dan hasilnya bagus,” kata Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Harga karet dunia mengalami penurunan dan saat ini harganya sekitar Rp 5.000/kg. Untuk meningkatkan harga karet petani, Pemerintah memperluas penggunaan karet petani diantaranya menjadi bahan campuran aspal atau aspal karet. (INIKATA/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait