oleh

Narkoba 7 kilogram Oleh Dua Polres Jadi Misteri

INIKATA.com – Bungkusan 7 kilogram yang diamankan Polres Sidrap diklaim bukan sabu-sabu. Tetapi narkoba imitasi. Namun, Polres Nunukan menegaskan itu merupakan narkoba.

Dugaan sabu-sabu 7 kilogram yang ditemukan di samping musalah SPBU Jenderal Sudirman, Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu rupanya bukan barang yang mengandung zat ampetamin alias bukan narkotika. Ini sesuai hasil uji laboratorium Polda Sulsel di Makassar.

Kasat Narkoba, AKP Badollahi, yang dihubungi mengatakan, sesuai hasil uji laboratorium dipastikan bungkusan yang ditemukan seberat 7 kilogram negatif narkoba.

Temuannya sesuai hasil uji yang bisa dipertanggungjawabkan ternyata tak mengandung zat amfetamin alias nihil sabu-sabu.

“Temuan barang tersebut merupakan rangkaian hasil pengembangan Satres Narkoba Polres Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara),” bebernya, kemarin.

Kata Badollahi, sebelumnya, Polres Nunukan berhasil mengungkap penyelundupan barang haram berupa sabu-sabu seberat 8 kilogram.

Rencananya, sabu-sabu 8 kg ini akan dijual atau diedarkan di wilayah Sidrap. Ini sesuai hasil keterangan dua terduga yang diamankan di Nunukan.

“Petugas Polres Nunukan kemudian melakukan pengembangan ke Sidrap dengan cara penyamaran. Oknum pemesan sabu-sabu 8 kilogram di Sidrap dipancing dengan barang tiruan narkoba,” jelasnya.

Kata dia, dari hasil pengembangan berhasil ditangkap dua terduga pelaku. Namun saat pengembangan, barang milik Polres Nunukan ini tercecer di TKP SPBU Lawawoi. Ini mengelabui petugas Sat Narkoba Polres Sidrap.

“Awalnya dikira narkoba asli jadi kami amankan. Supaya klir karena sepintas mirip asli, kami kemudian uji dan hasilnya itu narkoba palsu. Jadi kami minta ini tidak jadi polemik di masyarakat,” tandasnya.

Saat penangkapan juga terkesan tertutupi oleh petugas. Anehnya lagi barang yang semula diduga sebagai sabu-sabu malah menjadi tawas. Dibungkus rapi lagi.

Pihak Polres Sidrap juga sempat berfoto seolah merayakan keberhasilan mengagalkan penyelundupan narkoba dengan berat fantastis.

Kasatres Narkoba Polres Nunukan, AKP Hasan Setiabudi yang dikonfirmasi terpisah menjawab hal yang berbeda. Menurutnya memang kasus itu pengembangan Polres Nunukan. “Saya ke sana yang memimpin langsung,” ujarnya.

Hasan menjelaskan, kasus ini akan dirilis oleh Kapolres Nunukan. Agenda rilisnya baru hari ini. Namun, saat ditanyai soal yang diamankan di Sidrap, Sulsel apakah narkoba atau tawas, dia menegaskan bahwa narkoba yang diamankannya. “Narkobalah, masa tawas sih,” tegasnya. (**/fo)

Komentar

Topik Terkait