oleh

Nurul Dholam Divonis 6 Tahun, Bagaimana dengan Pejabat Penerima Uangnya?

GRESIK, INIKATA.com Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang diketuai Wiwin Arodawanti, memvonis mantaan Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, Nurul Dholam, enam tahun penjara dalam perkara korupsi dana kapitasi jasa pelayanan kesehatan (Jaspel) BPJS Kesehatan.

Vonis itu dijatuhkan padanya, melalui sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Selasa kemarin.

Selain itu, terdakwa juga didenda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,95 miliar subsider 10 bulan penjara.

Putusan hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Gresik.

Majelis hakim berpendapat terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf f UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa, Adi Sutrisno mengaku pikir-pikir atas putusan vonis yang dijatuhkan pada kliennya.

Lantas bagaimanakah pejabat penerima aliran dana Jaspel BPJS Kesehatan yang dikorupsi ini? Dimana, sebelumnya dipersidangan terdakwa Nurul Dholam menyebut nama Wakil Bupati Gresik HM Qosim, mantan Sekda Djoko Sulistiyo dan mantan Kepala BPPKAD Yetti, ikut menerima uang haram tersebut.

Rabu (13/3) siang, banyak kalangan mempertanyakan kinerja Kejari Gresik yang seolah cuek dengan nama-nama penerima aliran dana hasil korupsi di Dinkes Gresik ini. Faktanya, Kejari Gresik hanya menjerat Nurul Dholam dalam kasus tindak pidana korupsi ini.

Seperti diberitakan, Dholam melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memangkas dana kapitasi Jaspel BPJS Kesehatan di 32 Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di wilayah Gresik sebesar Rp 2,45 miliar pada 2016 dan 2017. (Muh)

Komentar