oleh

7 Kg Batu Tawas Dikira Sabu, Anggota Polres Sidrap Diperiksa Propam

INIKATA.com Ditresnarkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap jajaran Polres Sidenreng Rappang (Sidrap). Terkhusus bagi satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) di bawah pimpinan Kepala Satuan (Kasat) AKP Badollahi.

Pemeriksaan dilakukan berkaitan dengan pengungkapan 7 kilogram batu tawas yang dikira sabu-sabu. “Apa yang dilakukan oleh Kasat Narkoba Polres Sidrap sudah ditindaklanjuti oleh Polda. Yaitu Kasat Narkoba sudah dipanggil Profesi dan Pengaman (Propam) untuk diperiksa. Beserta anggota lain yang melakukan kegiatan ekspos,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Hermawan , Kamis (14/3).

Beberapa hari setelah proses ekspos tangkapan 7 kg tawas, kata Darmawan, pihaknya telah menyurati langsung Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono untuk menegur langsung Badollahi. Pimpinan satuan itu dinilai dianggap lalai dalam menjalankan tugas pengamanan.

Surat yang dikirimkan langsung melalui telegram ditujukan agar Kapolres selaku pejabat tertinggi institusi Polri di daerah dapat memberikan teguran dan arahan ke jajarannya sebagai pembina fungsi teknis agar kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari.

“Memberikan arahan teknis ke jajaran agar tindakan seperti itu tidak terulang lagi. Artinya kalau menemukan barang temuan tentunya narkotika itu wajib diperiksakan Laboratorium Forensi (Labfor) dulu baru diekspos. Untuk memastikan bahwa barang itu adalah barang narkotika,” tegasnya.

Hermawan menegaskan kembali jika hasil temuan 7 kg bukanlah narkoba sebagaimana yang telah diekspos ke hadapan jajaran dan publik sebelumnya. Setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan Labfor, barang bukti murni merupakan jenis bebatuan alami yang mengandung zat kapur.

Selain sebagai bahan evaluasi, jajarannya ditekankan agar lebih ekstra hati-hati dalam melakukan tugas pengungkapan di lapangan. Begitupun ketika menerima laporan dari masyarakat khususnya mengenai peredaran narkoba, wajib dikroscek lebih detail sebelum menindaklanjuti.

“Namanya polisi, ada laporan masyarakat harus tetap segera untuk meyakinkan masyarakat bahwa barang ini adalah barang berbahaya dan lain sebagainya. Harus tetap diinformasikan. Kita harus tangani, seperti itu,” pungkasnya. (Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait