oleh

Sebagai Bentuk Tanggung Jawab, Pelaku dan Korban Asusila Dinikahkan

INIKATA.com Polisi berencana melakukan keadilan restoratif pada kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Eromoko. Korban dan pelaku sudah dinikahkan sebagai bentuk tanggung jawab pelaku.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kasat Reskrim AKP Aditya Mulya Ramdani menjelaskan, pelaku EA, 21, menyerahkan diri pekan lalu.

“Rencananya hari ini (kemarin,Red) mau dilaksanakan gelar khusus. Tapi, karena kesibukan pimpinan, kemungkinan pelaksanaan gelar ditunda,” kata Aditia, Rabu (13/3).

Menurut kasat reskrim, dalam sistem hukum pidana Indonesia berkembang suatu konsep keadilan yang tidak hanya melihat satu sisi, melainkan dari kepentingan berbagai pihak, baik kepentingan korban, masyarakat, maupun pelaku.

Keadilan restoratif diatur dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Keadilan Restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

Sekadar informasi, kasus ini mencuat setelah M, 74, warga Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko melaporkan EA, 21,

warga Desa Pucung, Kecamatan Eromoko dengan tuduhan telah menghamili DC, 17, cucu pelapor.

Awalnya, EA merayu DC untuk berhubungan layaknya suami istri di hutan pinus desa setempat dengan iming-iming akan menikahinya. Namun, setelah DC hamil, EA enggan bertanggung jawab. (Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait