oleh

Soal Kasus Proyek Jembatan, KPK Tetapkan Dua Tersangka

INIKATA.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka terkait kasus Infrastruktur di daerah. Kasus itu mengenai pengadaan dan pelaksaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau.

Kedua pihak yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Adnan (AND); dan Manajer Wilayah ll PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, I Ketut Suarbawa (IKS).

“KPK telah menyelesaikan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan data hingga terpenuhinya bukti permulaan yang cukup. Maka, KPK meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (14/3).

Saut menyebut kedua pihak tersebut diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi yang menyebabkan kerugian negara. Saut mengungkapkan kerugian negara yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 39,2 miliar.

“Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp 39,2 miliar,” papar Saut.

Saut menambahkan nilai proyek pembangunan jembatan waterfront city secara tahun jamak di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total Rp117,68 miliar.

Atas dasar itu, dua tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1)

atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah

dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait