oleh

Teror Bom Sibolga, Ratusan Warga Masih Mengungsi

INIKATA.com Ledakan ‘Bom Lontong’ di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga berdampak kepada masyarakat sekitar. Hingga saat ini, ratusan warga masih mengungsi.

Wilayah itu memang dilakukan sterilisasi. itu dikarenakan, petugas takut masih ada sisa bahan peledak yang belum diamankan.

Teror Bom Sibolga, Ratusan Warga Masih Mengungsi

 

Pemukiman disterilkan dalam radius 100 meter dari kediaman AH alias Uppang. Pasalnya, disanalah ledakan bom yang paling dahsyat. Apalagi pasca sang istri, meledakkan diri.

Rumah warga porak poranda. Kerusakannya bertingkat mulai dari ringan hingga berat. Sejak hari pertama ledakan, warga tidak bisa kembali ke rumah. Bahkan mereka kesulitan untuk ganti baju.

Banyak warga yang harus tidur di teras-teras rumah tetangga. Mereka hanya beralaskan tikar karena tenda-tenda pengungsian belum dibangun.

Siang tadi, warga juga mengambil inisiatif untuk membuat dapur umum. Letaknya dipinggir jalan atau teras rumah warga. Mereka bergotong royong memasak dengan menu seadanya. Nasi, mie instan atau pun telur dadar.

Meski dirundung duka, warga tetap bisa tersenyum. Duduk di trotoar, sambil makan dan berbincang dengan yang lainnya. Belum ada data resmi berapa warga yang terdampak. Instansi terkait masih melakukan pendataan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga, Juangon Daulay mengatakan, hingga sore ini tenda-tenda mulai dibangun. Namun untuk dapur umum saat ini belum juga ada.

“Kita menangani pengungsian. Posko sudah kita buat. Dinkes juga sudah buat posko. Sampai saat ini belum bisa masuk ke lokasi untuk mendata berapa kerusakannya. Sepertinya bakal lama masa tanggap daruratnya,” kata Juangon, Kamis (14/3) petang.

Saat ini petugas kepolisian masih bersiaga di lokasi. Menjaga titik ledakan tetap steril.

Sebelumnya, bom meledak di dekat kediaman AH alias Uppang saat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akan meringkusnya, Selasa (12/3) siang. Ledakan menyebabkan kepanikan. Sejumlah warga dan seorang petugas kepolisian juga terluka.

Bom kembali meledak di rumah AH, Rabu (13/3) dinihari. Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah yang merupakan istri AH meledakkan diri dengan anaknya. Sebelumnya negosiasi sempat dilakukan kepolisian dan tokoh masyarakat yang membujuknya untuk menyerahkan diri.

Selain AH, polisi juga meringkus AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul di Sibolga. Lalu petugas menangkap R (perempuan) dari Kota Tanjungbalai dan M di Tapanuli Tengah.

Petugas juga menemukan ratusan kilogram bahan baku peledak dari dua titik di Kota Sibolga. Bersama sejumlah ‘bom lontong’ yang bisa meledak kapan saja. (Inikata/Jawapos)

Komentar