oleh

Egy dan Ezra Bersaing Ketat Curi Perhatian Indra Sjafri, Siapakah yang Terbaik?

INIKATA.com Persaingan di lini depan Timnas Indonesia U-23 kian ketat sejak kedatangan Egy Maulana Vikri dan Ezra Walian di Jakarta.

Dengan bergabungnya dua pemain itu, pemain timnas genap berjumlah 30 orang.

Timnas dijadwalkan akan berangkat ke Denpasar hari ini untuk melakukan uji coba melawan Bali United.

Pelatih Indra Sjafri akan memilih 23 pemain yang akan berangkat untuk kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam pada akhir Maret mendatang. Berarti ada tujuh pemain yang akan dicoret.

Untuk posisi Saddil Ramdani dan Egy sudah dipastikan aman. Lain halnya dengan Ezra. Indra belum bisa memberikan jaminan kepada pemain kelahiran Amsterdam, 22 Oktober 1997 itu untuk bisa terpilih dalam skuatnya. Terakhir Ezra membela Indonesia saat dalam SEA Games 2017 lalu di Malaysia.

“Ezra pemain yang saya sama sekali belum pernah saya tahu. Saya berusaha mencari profil dia, tentang dia main dimana, kapan, berapa menit. Tapi saya belum menemukan,” ungkap mantan pelatih Bali United itu.

Indra menjelaskan bahwa dia sudah memanggil Ezra sebelum Piala AFF U-22 yang lalu. Kemudian sejak mulai mempersiapkan kualifikasi Piala AFC U-22. Hanya saja Ezra baru bisa bergabung hari ini.

“Oleh sebab itu, saya memangil sejak AFF supaya bisa tahu persis (kemampuan Ezra). Selain itu karena tujuan kami saat itu juga untuk mencari pemain. Bedanya dengan Edy dan Saddil, mereka sudah ikut dengan saya

dalam beberapa turnamen. Jadi saya sudah tahu. Itu bedannya supaya jangan jadi polemeik kalau nanti ada hal-hal yang tidak sesuai harapan,” tutur Indra.

Di sisi lain, posisi Ezra tidak kalah berat. Dia akan bersaing dengan striker lain yaitu Marinus Wanewar dan Dimas Drajat. Apalagi Indra sudah jatuh hati dengan Marinus. Terlihat saat penampilannya pada Piala AFF U-22 lalu. Pemain asal Kabupaten Sarmi, Papua menjadi top skorer dengan mencetak tiga gol. Dua diataranya dia cetak dalam satu laga.

Terkait dengan kedatangan beberapa pemain baru, Marinus nampak santai. Begitu halnya dengan persaingan lini depan yang akan terjadi nanti. “Ya biasa saja. Nanti juga tetap bersaing. Ini kan dari pelatih. Kami ya fokus latihan masing-masing. “Dia (Ezra) memang dari (klub) luar. Dari pelatih kalau memang bagus, ya dipilih siapa yang memang pantas,” ungkap Marinus.

Untuk itu Marinus tetap memiliki tujuannya sendiri. “Semoga saya bisa turun sebagai starter dan tim ini bisa lolos kualifikasi,” imbuhnya. (Inikata/Jpnn)

Komentar