oleh

Ini Dia 5 Ketum Parpol yang Tersangkut Kasus Korupsi, Terbaru Rommy

INIKATA.com Dugaan Kasus korupsi yang menjerat ketua partai politik dalam operasi tangkap tangan kini kembali terulang. Terbaru dialami Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Sebelum pria yang biasa disapa Rommy itu, terdapat empat kasus korupsi lainnya yang menjerat ketua umum parpol. Kasus mereka beragam. Umumnya sudah divonis oleh majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi.

5 Ketum Parpol yang Tersangkut Kasus Korupsi, Terbaru Rommy

Berikut ini daftar ketua umum partai politik yang tersangkut masalah korupsi.

1. Suryadarma Ali (PPP)

Suryadharma Ali terjerat kasus korupsi terkait penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun anggaran 2012-2013. Ketika itu dia tengah menjabat Ketua Umum PPP, merangkap menteri agama.

SDA -sapaan akrab Suryadharma Ali- didakwa atas penyalahgunaan wewenangnya sebagai pejabat negara. Sehingga ia dianggap merugikan keuangan negara sebesar Rp 27.283.090.068 dan 17.967.405 riyal Saudi.

SDA juga dianggap memanfaatkan sisa kuota haji nasional dengan tidak berdasarkan prinsip keadilan. Suryadharma mengakomodasi pula permintaan Komisi VIII DPR untuk memasukkan orang-orang tertentu supaya bisa naik haji gratis. Naik haji gratis itu dengan modus memasukkan sebagai petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi.

Tak hanya itu, dia juga memasukkan orang-orang dekatnya, termasuk keluarga, ajudan, pengawal pribadi, dan sopir. Semua itu demi bisa menunaikan ibadah haji secara gratis.

Di samping memanfaatkan haji gratis, SDA juga dianggap menggunakan dana operasional menteri (DOM) untuk kepentingan pribadi. Selama menjadi menteri, SDA menerima DOM Rp 100 juta per bulan. Semua itu bersumber dari APBN. Rp 12,4 juta di antaranya digunakan SDA untuk biaya pengobatan anaknya.

Selain itu, ia juga membayar ongkos transportasinya beserta keluarga dan ajudan ke Singapura untuk liburan sebesar Rp 95.375.830. SDA diketahui divonis hukuman penjara 10 tahun.

2. ‎Lutfi Hasan Ishaaq (PKS)

Luthfi Hasan Ishaaq ketika menjabata sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sempat menjadi “pasien” KPK. Dia terjerat kasus suap terkait pemberian rekomendasi kuota impor daging pada Kementerian Pertanian (Kementan).

Dalam kasus itu Lutfi divonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim dan denda Rp 1 miliar subsider kurungan 1 tahun penjara. Dia dianggap terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan kesatu.

3. Anas Urbaningrum (Partai Demokrat)

Mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ditetapkan oleh KPK terkait kasus korupsi proyek Hambalang. Anas diduga menerima pemberian hadiah terkait proyek Hambalang saat masih menjadi anggota DPR.

Dalam dakwaannya, Anas disebut mengeluarkan dana Rp 116,525 miliar dan USD 5,261 juta untuk keperluan pencalonannya sebagai ketua umum Partai Demokrat saat Kongres Demokrat 2010.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait proyek Hambalang dan proyek APBN lainnya.

Anas yang tak menerima putusan tersebut mengajukan banding. Namun bukannya mendapat keringanan, hukuman Anas malah ditambah menjadi 14 tahun.

4. ‎Setya Novanto (Partai Golkar)

asus yang menyeret Setya Novanto tidak kalah menyita perhatian publik. Mantan ketua umum Partai Golkar dan Ketua DPR itu tersangkut kasus korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP.

Atas perbuatannya Setya Novanto divonis penjara 15 tahun, denda Rp 500 juta, dan dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

5. Romahurmuziy (PPP)

erbaru adalah Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Di ditangkap KPK saat OTT di wilayah Jawa Timur pada Jumat (15/3). Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penangkapan terhadap Rommy dilakukan karena yang bersangkutan diduga menerima ‘upeti’ terkait pengisian jabatan.

Kendati mengatakan peranan Rommy -sapaan akrab Romahurmuziy- terkait jual beli jabatan, mantan aktivis antikorupsi ini enggan menjelaskan lebih detail suap orangnya yang meminta jabatan kepada Ketum PPP tersebut.

“Tentu kami perlu mendalami lebih lanjut informasi-informasi tersebut dan KPK belum bisa menyebutkan siapa saja orang-orang yang diamankan,” imbuhnya. Selain Rommy, KPK juga mengamankan beberapa pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus suap menyuap tersebut.

(Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait