oleh

Dulu Gendong Bom, Sekarang Gendong Kurma

LAMONGAN, INIKATA.com – Masih ingat Ali Fauzi? Mantan kombatan yang pernah viral di berbagai media dalam negeri maupun asing, saat bom Bali meledak.

Saudara kandung Ali Imron ini selain aktif sebagai narasumber ahli BNPT, juga mengelola Yayasan Lingkar Perdamaian.

Dulu Ali Fauzi menggendong bom, sekarang ia menggendong kurma. Ia pun aktif berkebun kurma saat ini.

“Saya dulu gendong bom. Sekarang saya gendong kurma,” ujar Ali Fauzi, Jumat kemarin di kediamannya kepada INIKATA.com.

Iya, Ali Fauzi kini mencoba buka lahan perkebunan untuk tanam kurma di Solokuro, Lamongan, Jawa Timur.

Ia tertarik berkebun kurma, awalnya ingin memberdayakan lahan yang masih kosong.

Lalu, seiring perjalanan waktu, ternyata kurma ini bisa menguntung secara ekonomi. Dari itulah, ia mencoba mendorong masyarakat untuk berkebun kurma.

“Selain berkebun, saya juga menyediakan bibit kurma bagi masyarakat yang berminat berkebun kurma,” jelasnya.

Kurma sebut Ali Fauzi, bisa ditanam dimana saja termasuk di Indonesia. Dan, dipastikan bisa berbuah dengan baik.

Jika dibanding dengan tamaman sawit, mata kurma kaih lebih menguntungkan. Baik segi perawatan maupun segi ekonomi.

Ada dua jenis bibit kurma yang di tanam oleh Ali Fauzi. Begitu juga bibit kurma yang dibudidaya yakni kurma biji dan bibit kurma jaringan (kujar).

“Cuma bibit kujar ini harganya lebih mahal dibanding dibanding kurma biji,” timpalnya.

Dibeberkan Alin Fauzi, tentang kurma jenis kujar hamya ada di dua negara yakni Uni Emira Arab dan Inggris. Kualitas kujar tersebut dijamin orisignal betina dan sama dengan sifat-sifat induknya.

“Cuma kalau khusus untuk berkebun, cocoknya lurma biji karena harga bibitnya lebih murah namun kualitas sama. Tidak diragukan,” kata dia menambahkan. (Muh)

Komentar

Topik Terkait