oleh

Gegara ‘Kiamat Sudah Dekat’, Santri Pilih Jual Harta Benda

INIKATA.com – Sejumlah warga Ponorogo ramai-ramai pindah ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadin (MFM), karena yakin kiamat sudah dekat.

Fatwa yang beredar belakangan tentang kiamat sudah dekat berhasil menggemparkan warga khususnya di Ponorogo, Jatim. Bahkan imbasnya ada jemaah yang diminta menjual aset yang dimiliki untuk bekal akhirat dengan cara disetorkan ke pondok pesantren.

Dampak isu tersebut, membuat banyak warga yang berasal dari sejumlah daerah ketakutan dan memilih pergi menuju Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin yang bertempat di Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang.

Seperti Gianti, salah satu warga asal Watu Bonang, Ponorogo ini. Dia mengaku bergabung dalam jemaah Ponpes MFM untuk mendalami ilmu agama.

Gianti mengatakan dari awal dia bergabung karena tidak tahu agama Islam, sekaligus juga untuk menyiapkan diri jika dalam waktu dekat akan terjadi kiamat.

“Saya tak sendiri, bergabung sebagai jamaah bersama anak dan suami,” kata Gianti.

Gianti membenarkan ada banyak santri yang membawa sejumlah bahan pokok ke dalam pondok. Bahan pokok tersebut sengaja dibawa untuk kebutuhan sehari-hari di pondok pesantren.

Sementara M Romli pengurus ponpes MFM mengatakan, terkait santri yang jual harta tanpa diketahui Ponpes.

“Kami hanya mengajarkan 10 tanda kiamat dan persiapan dalam mengahadapi kelaparan panjang. Sedangkan santri yang jual hartanya, di luar kewenangan Ponpes,” kata M Romli.

Dia membantah ada fatwa tidak masuk akal yang beredar terkait kiamat sudah dekat.

Sebelumnya beredar isu kiamat sudaj dekat yang sempat viral. Sejumlah santri Miftahul Falahil Mubtadiin dari berbagai daerah telah menyiapkan diri untuk akhir Zaman itu.

Di antaranya persiapan dalam menghadapi kekeringan dan kelaparan berkepanjangan. Santri juga menjual harta bendanya sebagai persiapan jelang kiamat. (INIKATA/jpnn)

Komentar

Topik Terkait