oleh

Situasi Kedubes Australia Tetap Normal, Wartawan Dilarang Ambil Gambar

INIKATA.com – Situasi kantor Kedutaan Besar  (Kedubes) Australia untuk Indonesia, di Jakarta Selatan, tetap normal, layaknya hari biasa.

Penjagaan hanya dilakukan petugas satpam tanpa pengawalan ketat, pasca warga Australia melakukan penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, tidak kurang dari 10 orang Satpam yang melakukan penjagaan di depan pagar kedutaan.

Beberapa di antaranya nampak sibuk memeriksa para pekerja bangunan yang hendak masuk ke area kedutaan.

Di lokasi, wartawan mencoba untuk mengabadikan momen itu dengan menggunakan kamera handphone. Namun sayang, salah seorang Satpam melarang.

“Tidak boleh foto,” serunya.

Ditegaskannya, pelarangan itu bukan karena insiden penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Melainkan merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan.

Brenton Tarrant bersama tiga rekannya diidentifikasi sebagai pelaku teror keji yang menembaki secara brutal jamaah masjid yang sedang menunaikan salat Jumat.

Dilaporkan, Brenton Tarrant berasal dari Kota Grafton, Australia. Dia sudah berencana untuk melakukan penembakan massal tersebut selama dua tahun terakhir.

Ditanya pasca penembakan yang menewaskan puluhan orang itu, pengamanan di Kedubes Australia semakin diperketat, Satpam tersebut enggan merinci.

“Wah tidak tahu saya,” ujarnya singkat. (INIKATA/RMOL)

Komentar

Topik Terkait