oleh

Perdana Menteri Selandia Baru Ubah UU Kepemilikan Senjata

INIKATA.com – Teroris Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant ternyata memiliki lisensi kepemilikan senjata. Bahkan, dia membawa lima senjata api yang dimodifikasi. Hal ini menyebabkan sekitar 50 orang tewas dengan senjata yang digunakannya.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengaku akan mengubah undang-undang kepemilikan senjata. Hal ini buntut dari aksi teror yang dilakukan Tarrant. Padahal aksi seperti demikian belum pernah terjadi di negeri kiwi tersebut.

“Sekarang adalah waktunya untuk perubahan,” kata Ardern.

“Salah satu masalah yang kami hadapi adalah bahwa senjata yang digunakan dalam kasus ini tampaknya telah dimodifikasi,” sambungnya.

Dia membenarkan bahwa Tarrant memiliki lisensi senjata api kategori A. Kategori tersebut memungkinkan dia memperoleh senjata semi-otomatis secara legal. Ketika ditanya oleh seorang wartawan apakah senjata semiotomatis harus dilarang, Jacinda Ardern mengaku hal itu adalah satu masalah yang harus diperiksa.

Setelah melancarkan aksi biadabnya di dua masjid, Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3), Brenton Harrison Tarrant, sang teroris itu hadir di pengadilan.

Kehadirannya di pengadilan itu menunjukkan lambang Supremasi Kulit Putih di tangannya. Tarrant muncul di pengadilan Christchurch dengan tangan diborgol dan bertelanjang kaki. Dia tidak berbicara saat persidangan. Namun, dia terlihat “nyengir” ketika media memotretnya.

Lambang Supremasi Kulit Putih tersebut terlihat seperti tanda “Ok”. Lambang itu memicu perdebatan karena itu dianggap khas dengan lambang kelompok supremasi kulit putih.

Polisi pada awalnya membawa tiga pria dan seorang perempuan ke tahanan, setelah penembakan di dua masjid, Selandia Baru. Lantas polisi mengatakan salah satu dari penangkapan itu tidak ada kaitannya dengan penembakan. Status lainnya belum diketahui. (**/Fajar)

Komentar

Topik Terkait