oleh

Waspada Penipuan Modus Bisa Loloskan Peserta PPPK

INIKATA.com – Pemerintah mengimbau warganya untuk tidak termakan bujukan oknum yang mengaku bisa meloloskan peserta tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Itu menyusul tujuh Pegawai Tidak Tetap (PTT) Riau menjadi korban penipuan dengan modus tersebut.

Pelaku merupakan oknum yang mengaku sebagai pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau.

Oknum tersebut menjanjikan kepada tujuh orang tersebut bisa membantu meluluskan menjadi tenaga PPPK tanpa tes dengan syarat membayarkan sejumlah uang.

Kepala BKD Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan mengatakan, kasus penipuan tersebut diketahui setelah ada korban yang melaporkan ke BKD Riau.

Bahkan salah satu korbannya sudah mengirimkan uang sejumlah Rp 4 juta. Oknum tersebut mengatasnamakan sebagai pegawai BKD Riau

“Ada guru-guru SMKN 1 Pekanbaru menelepon dan melapor ke saya, katanya ada orang BKD bisa meluluskan mereka jadi tenaga PPPK,” katanya.

“Saya yang bingung pun, meminta guru datang ke kantor memberikan keterangan,” kata Ikhwan Ridwan.

Pihaknya menegaskan bahwa BKD tidak pernah meminta uang kepada para calon tenaga PPPK. Dan memastikan bahwa tindakan oknum yang mengaku pegawai BKD tersebut adalah penipuan.

“Dari lima korban itu, satu korban sudah mentransfer uang kepada pelaku sebesar Rp 4 juta. Kemudian pelaku minta uang tambahan lagi Rp 5 juta dengan alasan untuk mengirim berkas administrasi korban ke pusat agar segera diproses kelulusannya,” sebutnya

Selain lima korban itu, lanjut Ikhwan, pelaku juga menelepon salah satu guru SMA di Rengat. Kepada korban pelaku juga mengaku bisa meluluskan menjaga tenaga PPPK. Namun beruntung korban tak langsung percaya dan mengklarifikasikan ke BKD Riau.

“Pelaku juga mencoba menipu guru salah satu SMAN 12 Pekanbaru. Guru SMAN 12 ini peserta yang ujian PPPM tapi kelulusannya belum keluar. Katanya korban diminta uang administrasi 3 juta oleh pelaku,” sebutnya.

Terkait peristiwa tersebut, Ikhwan meminta kepada masyarakat khususnya guru untuk tidak percaya dengan orang yang mengatasnamakan dari BKD Riau dan bisa menjamin bisa meluluskan menjadi tenaga PPPK.

“Karena perekrutan PPPK ini ditentukan di pusat, jadi BKD tidak bisa menjamin. Kalau ada masyarakat mendapat teleponon dari orang yang mengaku bisa meluluskan jadi tenaga PPPK, kami pastikan itu penipuan dan silakan lapor ke kami,” tegasnya.

Agar korban penipuan tidak semakin banyak, BKD Riau juga sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) ke kabupaten/kota di Riau. Surat edaran tentang penipuan PPPK tahun 2019 itu ditandatangani Sektretaris Daerah Riau, Ahmad Hijazi atas nama Gubernur Riau, Syamsuar. (INIKATA/jpnn)

Komentar

Topik Terkait