oleh

Soal Tarif Driver Ojol, Ini Harapan Ridwan ke Pemerintah

INIKATA.com Driver Ojek Online (Ojol) berharap agar pemerintah merealisasikan putusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait ketetapan kenaikan tarif Ojol dari Rp2.400 menjadi Rp3.000 per Kilometer (Km).

Tarif itu dianggap sudah cukup wajar mengingat tarif Rp3000/Km masih akan dapat potongan sebesar 20% yang merupakan potongan untuk penyedia aplikator.

Ridwan salah seorang pengemudi ojol, mengakui kenaikan tarif yang diusulkan untuk para pengemudi ojol sudah seharusnya terealisasikan.

“Kalau menurut saya tarif ojol memang sudah seharusnya dinaikkan karena tarif yang telah ditetapkan perusahaan sangat kurang, belum lagi resiko yang akan kami dapatkan ketika dijalan,” ujar Ridwan, Selasa (19/3/19) .

Tarif sebesar itu, lanjutnya, sebenarnya bukan jaminan bagi kesejahteraan pengemudi ojol. Namun dibandingkan dengan tarif sekarang tarif Rp3.000/Km dianggap jauh lebih baik.

“Keputusan Kemenhub katanya sudah keluar, kami tunggu saja realisasinya. Lebih cepat lebih baik,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Kemenhub telah merilis aturan mengenai ojek online melalui surat keputusan menteri. Pihak Kemenhub pun segera melakukan sosialisasi mengenai aturan tersebut kepada para mitra pengemudi ojek online.

Dalam Rancangan Peraturan Menteri itu disebutkan, formula perhitungan biaya jasa sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat terdiri atas biaya langsung dan biaya tidak langsung.

Biaya langsung itu antara lain biaya penyusutan kendaraan, biaya profit mitra, biaya bunga modal, biaya pengemudi, biaya asuransi, biaya pajak kendaraan bermotor, biaya bahan bakar minyak, biaya ban, biaya pemeliharaan dan perbaikan, biaya penyusutan handphone serta biaya pulsa atau kuota internet. (**)

Komentar

Topik Terkait