oleh

Mendadak jadi Jutawan, Egg Boy Bantu Korban Penembakan di Selandia Baru

INIKATA.com Will Connolly belum berhenti menyita perhatian. Setelah aksi memecahkan telur mentah di kepala senator Fraser Anning, pemuda 17 tahun itu kini disanjung karena ingin membantu para korban serangan di Christchurch, Selandia Baru.

Bukan dengan uangnya sendiri, melainkan uang yang dikumpulkan pendukungnya lewat situs GoFundMe. “Connolly berencana memberikan sebagian besar uang ke korban serangan teror Christchurch.” Demikian bunyi pembaruan keterangan di halaman penggalangan dana GoFundMe untuk Connolly seperti dikutip The New York Times.

Sebagaimana diketahui, Connolly memecahkan telur mentah di kepala senator Fraser Anning pada Sabtu (16/3). Itu dilakukannya lantaran geram dengan komentar Anning yang menuduh imigran muslim sebagai biang terjadinya pembantaian di Christchurch. Anning yang berang sempat memukul Connolly. Gara-gara aksi itu, Connolly menjadi terkenal dengan sebutan egg boy.

Connolly sempat ditahan. Saat itu seseorang langsung membuat halaman GoFundMe untuk menggalang dana bagi proses hukum Connolly. Juga, untuk membeli lebih banyak telur. Targetnya adalah mengumpulkan AUD 50 ribu atau setara Rp 504,4 juta. Dalam tiga hari, uang yang terkumpul sudah melebihi target dan mencapai USD 61.353 (Rp 618,8 juta).

Connolly memang sudah dilepas. Namun, kasus pelemparan telur itu masih diselidiki. Baik terkait peran Connolly, Anning, maupun para pendukung senator rasis tersebut. Belum diketahui apakah proses hukum bakal dilanjutkan atau tidak. Yang jelas, Connolly tak menyesali perbuatannya sama sekali.

“Muslim bukan teroris dan terorisme tidak punya agama. Mereka yang menganggap umat muslim adalah komunitas teroris, otaknya kosong seperti Anning,” cuit si egg boy lewat akun Twitter-nya.

Beberapa pihak menilai bahwa pelemparan telur itu adalah kekerasan dalam wujud yang sangat ringan. Namun, tidak sedikit pula yang menyebut pelemparan telur sebagai simbol untuk mempermalukan seseorang. Juga, sebagai bentuk protes.  (Inikata/Jpnn)

Komentar

Topik Terkait